11 September 2026 | Dilihat: 19 Kali

Bupati Malteng Tegaskan Latsar CPNS Bukan Formalitas: Disiplin dan Integritas Jadi Harga Mati

Bupati Malteng Tegaskan Latsar CPNS Bukan Formalitas: Disiplin dan Integritas Jadi Harga Mati

Malteng | mapikornews.com — Bupati Maluku Tengah (Malteng) Zulkarnain Awat Amir menegaskan bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar tahapan administratif untuk memperoleh sertifikat. Lebih dari itu, Latsar merupakan proses penting dalam membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, serta jiwa pengabdian calon aparatur negara.

Penegasan tersebut disampaikan Zulkarnain saat membuka Latsar CPNS Golongan III Angkatan 40 – 43 dan Golongan II Angkatan 17 – 18 Lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Baileo Ir. Soekarno, Pendopo Bupati, Masohi, Jumat (11/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan keputusan seseorang memilih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hakikatnya merupakan keputusan untuk mengabdikan diri kepada negara sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, status sebagai ASN bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar sebagai pelayan publik.

“Latsar ini bukan sekadar formalitas. Bukan hanya supaya nanti dapat sertifikat, lalu selesai. Ini adalah proses untuk membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian saudara sebagai calon aparatur negara,” tegas Zulkarnain.

Ia mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintahan semakin tinggi. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional, disiplin, loyal, berintegritas, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Sebagai ASN harus mampu bekerja secara profesional, disiplin, loyal, berintegritas, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ingatnya.

Daring Bukan Alasan untuk Santai

Perhatian khusus diberikan Bupati terhadap pelaksanaan Latsar yang dilakukan secara daring. Ia meminta seluruh peserta tetap mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan serius dan penuh tanggung jawab.

Zulkarnain bahkan mengingatkan agar metode pembelajaran jarak jauh tidak disalahartikan sebagai kesempatan untuk mengikuti pelatihan secara santai.

“Daring itu bukan berarti santai. Jangan sampai nanti kameranya menyala, tetapi orangnya ke mana - mana. Jangan sampai Widyaiswara sedang menjelaskan materi, saudara sedang sibuk dengan urusan lain,” ujarnya.

Menurutnya, kedisiplinan selama mengikuti Latsar menjadi bagian penting dari proses pembentukan mental dan karakter calon ASN. Karena itu, setiap peserta harus menunjukkan kesungguhan sejak mengikuti pendidikan dasar tersebut.

Peserta Tidak Disiplin Diminta Dievaluasi

Untuk memastikan pelaksanaan Latsar berjalan sesuai ketentuan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maluku Tengah diminta melakukan monitoring dan evaluasi secara serius terhadap seluruh peserta.

Bupati bahkan memberikan penegasan agar tidak ada peserta yang hanya mengejar sertifikat tanpa mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.

“Kalau ada peserta yang tidak serius, tidak disiplin, atau tidak mengikuti proses sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memberikan evaluasi sesuai ketentuan. Jangan dipaksakan lulus,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Malteng ingin menjadikan Latsar sebagai instrumen pembentukan kualitas aparatur, bukan sekadar prosedur yang harus dilewati oleh CPNS sebelum menyandang status sebagai ASN.

ASN Harus Hadir Memberikan Manfaat

Bupati juga mengingatkan para peserta bahwa kesempatan menjadi ASN merupakan amanah yang harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, tidak semua masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi aparatur negara.

Karena itu, para peserta diminta mulai membangun kebiasaan kerja yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki target yang jelas, serta mampu memastikan setiap tugas yang dikerjakan benar - benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Para peserta mulai membiasakan diri bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, memiliki target, serta memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pintanya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa setelah melewati Latsar, para CPNS di lingkungan Pemkab Malteng diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sebagai aparatur, tetapi juga memiliki karakter sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas dan bertanggung jawab. (MO-AH)