29 Maret 2024 | Dilihat: 8357 Kali

"Diduga Nasib Ribuan Guru di Maluku Tengah Tidak Akan Nikmati THR Tahun 2024"

noeh21
    
"Diduga Nasib Ribuan Guru di Maluku Tengah Tidak Akan Nikmati THR Tahun 2024"

Anggaran THR Bagi Para Guru di Maluku Tengah Sebesar 7 Miliar Rupiah Lebih Tahun 2023 Hilang Dari Kas Bendahara Pemerintah Daerah  Kabupaten Maluku Tengah.

Masohi - Maluku Tengah || mapikornews.com

Ribuan guru di Maluku Tengah mengalami nasib yang sangat miris, dalam  menghadapi lebaran nanti, mungkinkah Tunjangan Hari Raya (THR) yang didambakan setiap orang dapatkah mereka nikmati / terima, sehingga ribuan guru ini bisa merayakan hari raya bersama keluarga dengan rasa suka cita ?.

Semuanya maaih menjadi tanda tanya besar, bagaimana tidak, anggaran THR bagi para guru tahun 2023 sebesar 7 miliar rupiah lebih bisa hilang dari Kas Bendahara Daerah, suatu hal yang sangat mustahil, tapi itulah kenyataan yang ada.

Sangat amburadul pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah sejak Rakib Sahubawa diangkat sebagai Pj. Bupati Maluku Tengah, berbagai masalah timbul pada era kepemimpinan Rakib sekarang mulai dari :

1. Pelantikan ulang para kepala desa yang sudah dilantik Bupati yang sah, sehingga melanggar peraturan Menteri Dalam Negeri.

2. Dana Sertifikasi bagi ribuan guru yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Tekhnik dipakai untuk mengerjakan proyek lain hanya untuk mengejar Fee dari proyek tersebut yang pada akhirnya ribuqn guru dan keluarga mereka harus menderita.

3. Menyetujui pencairan Dana Hibah untuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebesar Rp.500 juta rupiah oleh pihak pengurus yang sudah selesai masa jabatannya.

Berbagai pelanggaran yang dilakukan Pj. Bupati Maluku Tengah Rakib Sahubawa tersebut diatas merupakan kejahatan Tindak Pidana sesuai ketentuan Peraturan serta ketentuan Undang Undang Tindak Pidana baik Umum maupun Khusus, oleh sebab sangat diharapkan ketegasan pihak Penegak Hukum atas laporan tindak kejahatan yang dilakukan Pj. Bupati Maluku Tengah Rakib Sahubawa.

Rakib Sahubawa memang Raja Tega dalam memimpin pemerintahan hal ini terbukti dimana dalam langkah kebijakan yang diambil tidak pernah berpikir banyak korban yang akan menderita asal kebijakannyq, bagi Rakib Sahubawa yang penting ada manfaat keuntungan bagi Pribadinya, semoga para guru yang menjadi korban terzolimi dapat melaksanakan Ibadah Puasa dan Lebaran dengan tenang dan hikmah.

AH. Redaksi