28 Agustus 2025 | Dilihat: 344 Kali

DPRD Desak Perbaikan Jembatan Kuning Cisimeut Menuju Wisata Baduy

DPRD Desak Perbaikan Jembatan Kuning Cisimeut Menuju Wisata Baduy
Lebak-Banten | mapikornews.com — Kondisi memprihatinkan Jembatan Kuning yang terletak di Jalan Raya Ciboleger, Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Jembatan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Baduy ini kini dinilai sudah tidak layak pakai. Usianya yang telah lebih dari 25 tahun serta ukurannya yang sempit menjadikan infrastruktur ini sebagai hambatan serius bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa jembatan tersebut hanya mampu dilalui kendaraan kecil. Sementara, bus pariwisata yang membawa rombongan wisatawan harus berhenti di seberang jembatan karena lebar dan kekuatan jembatan tidak mencukupi untuk dilintasi kendaraan besar. Hal ini tentu berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan wisatawan, serta menghambat arus kunjungan ke destinasi wisata utama di Kabupaten Lebak.

Sorotan serius pun datang dari anggota DPRD Kabupaten Lebak, H. Karim, yang juga merupakan politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3. Ia menegaskan bahwa kondisi jembatan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, mengingat pentingnya infrastruktur ini dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya akses menuju kawasan adat Baduy yang telah dikenal hingga mancanegara.

“Jembatan kuning di Cisimeut sudah sangat layak untuk dibangun kembali. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten segera turun tangan untuk merealisasikan pembangunan jembatan ini. Jangan sampai wisatawan enggan berkunjung hanya karena akses jalannya tidak memadai,” ujar H. Karim saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 28 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa perbaikan jembatan ini tidak hanya penting dari segi estetika dan keamanan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang layak akan mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan wisata.

“Guna menarik para pengunjung wisata, maka sarana pendukung seperti akses jalan dan jembatan harus diperbaiki secepat mungkin. Ini akan membuat pengunjung merasa nyaman dan aman, serta meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Secara otomatis, ekonomi warga lokal pun akan bergerak,” tambahnya.

Selain menjadi akses vital ke wilayah Baduy, jembatan ini juga digunakan masyarakat sekitar untuk aktivitas harian, termasuk perdagangan hasil bumi dan kebutuhan pokok. Kondisi yang rapuh dan sempit tentu sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat.

Karim juga mengimbau agar dinas terkait segera melakukan kajian teknis dan penganggaran pembangunan jembatan. Ia menyarankan agar perbaikan dilakukan menyeluruh, termasuk pelebaran dan penguatan struktur jembatan agar mampu menampung kendaraan besar seperti bus dan truk logistik.

“Kami di DPRD akan mendorong agar hal ini menjadi prioritas dalam anggaran daerah ke depan. Jangan sampai terjadi insiden baru pemerintah bereaksi. Kita harus proaktif, bukan reaktif,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap akses infrastruktur menuju kawasan wisata, diharapkan pemerintah dapat merespon cepat kebutuhan masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi andalan Kabupaten Lebak. (Drik)