1 Maret 2025 | Dilihat: 866 Kali

Gerai Indomaret & Alfamart Menjamur Di Muara Sabak Barat Pedagang Kelontong Tradisional Menjerit

Gerai Indomaret & Alfamart Menjamur Di Muara Sabak Barat Pedagang Kelontong Tradisional Menjerit
Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Keberadaan Gerai Indomaret dan Alfamart yang menjamur di wilayah Kecamatan Muara Sabak Barat-Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang menjual aneka macam barang makanan, minuman, cemilan maupun perlengkapan sembako jenis lainnya, nyata  berdampak besar terhadap pedangang kelontong tradisional warga sekitar.

Para pedangang lokal menjerit, omzet penjualan menurun tajam, hingga 50-60%, bahkan ada yang harus terpaksa gulung tikar, akibat daya saing yang tidak terbantahkan.

Keberadaan perdagangan modren tersebut, dimana berdiri Indomaret disitu juga ada Alfamart, keduanya eksis hampir disetiap penjuru area jalan strategis, di Sabak Barat, tidak tanggung tanggung terdapat 6 gerai Indomaret dan Alfamart, yang jaraknya hampir berdekatan, paling jauh hanya dihitungan km jari kaki sebelah.

Berantai bangunan perusahaan berbasis multi nasional tersebut, yang dimulai dari jalan lintas Jambi-Muara Sabak di persimpangan empat Kelurahan Parit Culum I berdiri Indomaret, lanjut di jalan lintas yang sama Kelurahan Talang Babat Alfamart, berikut memasuki pintu masuk kantor pusat  pemerintahan Kabupaten, yaitu jalur dua jalan Iman Bonjol, tepatnya samping kanan Bank BRI berdiri Indomaret sambung di jalur yang sama sebelah kiri Alfamart, lanjut masih di kelurahan yang sama Talang Babat, simpang empat Keramas-kampung Arab, ada lagi Indomaret, seterusnya di Kecamatan yang sama Sabak Barat dengan  beda Kelurahan, yaitu Kelurahan Nibung Putih eksis juga bangunan Alfamart, demikian  pantauan media ini, Jum'at, 28/02/25.

Ditengah himpitan dan tekanan persaingan yang terjadi, Sapril pedangang kelontong tradisional yang letak usahanya yang berdekatan dengan Indomaret seputar Bank BRI, menuturkan, terakhir sebelum berdirinya Indomaret, omzet penjualannya / hari di kisaran 4 juta, kini merosot tajam antara Rp 1,5-1,6 juta, anjlok hingga 60%, ungkapnya mengeluhkan.

Berikut, toko kelontong J-Love  setara dengan  jenis usaha dagang Alfamart bahkan berdampingan langsung dengan Alfamart sebelumnya, J-Love dengan terpaksa harus gulung tikar, hanya dihitungan bulan bertahan, kini ruko yang ditempati J-Love tersebut tampak beralih fungsi dengan usaha jual pakaian yang harganya dibandrol serba 35 ribu.

Kemudian keluhan yang sama juga dirasakan oleh usaha toko sembako Atlantik, yang terletak sejajar dengan Alfamart, yaitu di jalan jalur dua gerbang pintu masuk perkantoran, saat disinggung terkait penjualan, pihaknya mengakui, omzet nya  merosot, turun hingga 50 %, sebut Sutan pemilik toko Atlantik, tanpa membeberkan nilai nominal penjualan nya, jauh lah bang menurun, tidak seperti kondisi sebelumnya, sambung Sutan dengan kesan  ramah.

Lanjut kepada penelusuran berikutnya, yaitu Indomaret yang berada di perempatan jalan Kelurahan Parit Culum I, yang tidak jauh dengan pemilik usaha lokal Toko Dua Putri, yang menjual jenis sembako serba ada, grosir serta melayani  eceran ini, sepertinya tidak lah mengalami pengaruh dengan keberadaan Indomaret, terpantau pada Jum' at sore (28/02), sekira pukul 16.00 wib, tampak  karyawan Toko Dua Putri  begitu signifikan sibuk melayani para pelanggannya.

Diketahui, bahwa Toko Dua Putri usaha perorangan tersebut adalah milik ibu Neli Darmanelis ini, memang sudah tidak asing lagi  bagi kalangan umum, interaksi pelayanan yang ramah kepada setiap pembeli, serta harga yang relatif murah dan terjangkau menjadi bagian yang melekat,  tidak bergesernya para pelanggan dari Toko Dua Putri, terang beberapa sumber yang berhasil dihimpun penulis. (Jdk)