08 Mei 2024 | Dilihat: 104 Kali

Hadiri Lomba Jukulele, Ketua AMGPM Cabang Soli Deo Gloria; Ajang Ini Dapat Membawa Perubahan.

noeh21
    
Hadiri Lomba Jukulele, Ketua AMGPM Cabang Soli Deo Gloria; Ajang Ini Dapat Membawa Perubahan 

SBB - MALUKU || Mapikornews.com

Menjelang Hari Ulang Tahun Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Soli Deo Gloria yang ke-14 yang akan berlangsung pada 09/05/24 mendatang, maka panitia pelaksanaan HUT dari Ranting Luther menyelenggarakan lomba Jukulele .

Lomba Jukulele ini dibuka oleh Ketua Cabang Soli Deo Gloria Deasy Sulipaty. Lomba yang digelar kategori pesertanya dari anak usia 6 sampai 16 tahun yang diselenggarakan di gedung Gereja Damai, Desa Piru, Kec. Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Selasa (07/05/24).

Dalam kegiatan lomba Jukulele ini dihadiri oleh Kabag Kesra Kabupaten SBB (yang mewakili), juga ketua Mollucan Jukulele Leaders (MJL) Provinsi Maluku yang juga adalah juri Niko Tualessy, Ketua AMGPM Cabang Soli Deo Gloria Deasy Sulipaty, Sekretaris Cabang Soli Deo Gloria Popi. Puttileihalat bersama pengurus lainnya, Ketua Majelis Jemaat GPM Piru, Ketua Panitia pelaksanaan HUT Cabang Soli Deo Gloria berserta anggota, dan peserta lomba.

Kegiatan lomba ini dibuat untuk memperkenalkan kepada semua orang kalau potensi anak-anak Tuhan yang ada di Kabupaten SBB sangat besar sehingga perlu juga meningkatkan semangat mereka dalam bermusik.

Hal ini juga seperti yang dikatakan ketua panitia lomba yang juga adalah ketua Jukulele Kabupaten SBB Stevi Luhulima saat di temui awak media mengatakan bahwa permainan Jukulele ini sudah hampir punah sehingga perlu dihidupkan dan diangkat kembali untuk memuji Tuhan.

"Untuk itu kami berharap agar kegiatan ini dapat didukung dan disuport oleh Pemerintah Daerah Kabupaten SBB serta semua pihak sehingga lewat kegiatan lomba Jukulele yang kami lakukan dihari ini, dapat diikuti kembali ditingkat yang lebih tinggi", ujarnya.

Selain itu, ketua Cabang Soli Deo Gloria Deasy Sulipaty dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh panitia dari Ranting Luther. Perlu mendorong permainan Jukulele yang dilakukan anak-anak SBB tanpa ajang lomba.

"Ajang ini dapat mengubah yang tadinya standar menjadi lebih tinggi lagi, apalagi baru pernah kegiatan lomba Jukulele dilakukan di SBB sehingga Pemda dan unsur terkait juga perlu membuka ruang bagi anak-anak ini dalam mengembangkan bakat mereka ", jelas Ketua Cabang 

Dijelaskannya juga ,lewat kegiatan ini juga dapat membantu mengembangkan potensi dari anak-anak SBB yang selama ini mungkin masih terpendam.

Sebelum melantunkan lagu pembukaan Ketua MJL Provinsi Maluku Niko Tualessy berpesan kepada peserta lomba walaupun ada dalam permainan Jukulele namun tetap fokus pada pelajaran. 

"Buat adik-adik kalau pegang Juk di tangan kiri, harus pegang buku di tangan kanan dan biarkan hp disimpan didalam saku sehingga sekalipun bermain Juk, pelajaran tidak tertinggal biar kedepannya ada generasi muda dari SBB yang akan menjadi pemimpin", pesannya .

Dirinya juga mengatakan bahwa lewat lomba ini ada Tuhan yang bertahta di atas pujian, untuk itu bagi ibu-ibu yang datang membawa anak-anak sangat diharapkan untuk lomba ini diikuti bukan cuma mencari juara tetapi yang terutama untuk memuji Tuhan lewat tembang pujian.(Ge. Kakisina)