13 April 2024 | Dilihat: 117 Kali

KAJATISU DIMINTA TELUSURI ALIRAN DANA BOS SMPN 2 Hinai dan SMPN 5 Stabat Kab. Langkat

noeh21
Ramly, Ketua DPP LSM Reaksi
    
Langkat-Sumut | mapikornews.com HB, Oknum kepala sekolah SMPN di Lingkungan Dinas Pendidikan kabupaten Langkat provinsi Sumatra Utara merangkap jabatan sebagai kepala sekolah SMPN 5 Stabat dan SMPN 2 Hinai. Akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam dari DPP LSM Reaksi Sumatera Utara.

Adapun hal yang menjadi sorotan dari LSM REAKSI adalah rangkap jabatan dua Sekolah SMPN, yang di kelola HB. Hal itu juga terkait pengelolaan Dana BOS di SMPN 5 Stabat dan SMPN 2 Hinai. Dari data yang diperoleh LSM REAKSI bahwa Dana BOS di dua sekolah tersebut sebesar Rp 1.358,146,000,-. Anggaran dana BOS yang cukup besar itu di kelola oleh HB setiap tahunnya yang diterima dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data Rekapitulasi Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Langkat Penggunaan Dana Bos TA.2021 pada SMPN 5 Stabat total Realisasi Penerimaan Reguler sebesar Rp.966.994.000,- dengan Rincian Belanja Pegawai Rp.249.600.000,-. Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp  550.757.764,-. Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp.157.830.000,-. Belanja Aset tetap lainnya Rp 5.000.000,-. Saldo akhir Rp.4.006.236,-.

Sedangkan penggunaan Dana BOS pada SMPN 2 Hinai TA.2021 Sebesar Rp 391.152.000,- dengan rincian belanja pegawai sebesar Rp.186.000.000.00, belanja barang dan jasa sebesar Rp 156.030.400.00, belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp13.600.000.00, belanja aset tetap lainnya sebesar Rp 34.460.000.00 dan saldo akhir sebesar Rp 1.236.100.00, ujar Ramly 

Artinya dari anggaran tersebut jika ditinjau dari kegiatan ekstrakurikuler anak dan kondisi fisik sekolah yang di duga tidak tersentuh anggaran, ungkapnya.

Kami menduga telah terjadi perbuatan indikasi korupsi terkait penggunaan anggaran Dana BOS yang dilakukan oleh HB, selaku kepala sekolah SMPN 5 Stabat dan SMPN 2 Hinai, ucapnya.

Oleh sebab itu, kami meminta kepada KAJATISU agar menelusuri ALIRAN DANA BOS tersebut yang bersumber dari APBN RI, Ucap Ramly kepada wartawan.

Ketika hal ini dikonfirmasi awak media kepada HB melalui WhattsAp, hingga berita ini di terbitkan belum ada jawaban. (BS)