09 Januari 2026 | Dilihat: 63 Kali
Ketua DPC Badak Banten Dampingi FORWATU Tinjau Huntara Lebak gedong, Desak Percepatan Hunian Tetap Warga Terdampak Bencana
Lebak-Banten | mapikornews.com — Forum Warga Untuk Banten (FORWATU) melakukan kunjungan kelapangan ke kawasan Hunian Sementara (Huntara), Kampung Cigobang,Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, pada Rabu (7/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya identifikasi, klasifikasi, dan advokasi atas belum terealisasinya pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Kegiatan tersebut didampingi ketua DPC Badak Banten,sekaligus dipimpin langsung Ketua Umum FORWATU Banten, Arwan, S.Pd., M.Si., diikuti sekitar 10 anggota FORWATU. Rangkaian kegiatan meliputi peninjauan rumah-rumah warga Huntara, pendokumentasian kondisi lingkungan dan akses jalan, serta pengambilan foto dan video sebagai bahan advokasi. FORWATU juga melakukan peninjauan pembanding ke lokasi hunian tetap di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, guna memperkuat kajian dan rekomendasi kebijakan.
Di sela kunjungan tersebut, FORWATU juga mendengarkan langsung jeritan hati warga Huntara.Seorang ibu berusia sekitar 60 tahun, warga Kampung Cigobang, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan harapannya kepada Presiden Republik Indonesia.
Dengan suara bergetar dan isak tangis, ia memohon perhatian negara.
“Pak Presiden Prabowo, tolong kami, Pak. Sudah enam tahun kami tinggal di rumah hunian sementara ini. Kalau hujan bocor, kalau panas sangat menyiksa. Kami hanya ingin rumah yang layak,” ucapnya sambil menangis.
Ia menuturkan bahwa selama bertahun-tahun warga bertahan dalam keterbatasan tanpa kepastian pembangunan hunian tetap.
“Kami ini orang kecil, Pak. Kami berharap negara benar-benar hadir dan membantu kami membangun rumah yang lebih layak untuk hidup kami sehari-hari,” tuturnya lirih.
Tangisan ibu tersebut menjadi gambaran nyata penderitaan warga Huntara yang selama enam tahun terakhir masih bertahan di hunian sementara, yang seharusnya bersifat darurat, namun hingga kini belum berganti menjadi hunian tetap.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ketua Umum FORWATU Banten Arwan, S.Pd., M.Si. menegaskan bahwa kehadiran FORWATU di lokasi bukan bersifat seremonial. “FORWATU hadir untuk memastikan negara tidak abai terhadap hak dasar warga terdampak bencana. Hunian sementara tidak boleh dijadikan solusi permanen,” tegasnya.
Menurut Arwan, persoalan hunian pascabencana tidak lagi semata persoalan teknis, melainkan menyangkut keberpihakan kebijakan pemerintah. “Ini bukan lagi soal teknis, tetapi soal keberpihakan. Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat harus segera memberikan kepastian dan merealisasikan pembangunan hunian tetap yang layak dan bermartabat,” ujarnya.
FORWATU, lanjut Arwan, tidak menginginkan janji normatif tanpa realisasi konkret. “Yang dibutuhkan warga adalah tindakan nyata, bukan wacana. Jika aspirasi ini terus diabaikan, kami akan memastikan suara warga sampai ke Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa rencana aksi pemasangan foto Presiden RI H. Prabowo Subianto di setiap rumah hunian sementara hingga saat ini belum dilaksanakan. FORWATU masih mengedepankan jalur advokasi dan penyampaian tuntutan resmi kepada pemerintah. “Hunian sementara bukan solusi jangka panjang. Negara wajib hadir secara konkret dan tidak menunda hak dasar warganya,” pungkas Arwan.
Kegiatan FORWATU tersebut berlangsung aman dan kondusif serta dimonitor oleh unsur TNI, Polri, dan perangkat desa setempat. Monitoring dilakukan oleh Pelda Sutiyawan S, Babinsa Desa Banjarsari, dan Serda Samsul B, anggota Koramil 0305/Cipanas. Dari unsur kepolisian hadir Aipda Noviana, Bhabinkamtibmas Desa Banjarsari, serta Aipda Asep Baharuddin, Kanit Intel Polsek Lebakgedong.
Turut pula memantau kegiatan tersebut perwakilan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, yakni Suprianto (Staf Desa Banjarsari), Abah Ining (Ketua RW Kampung Cigobang, Desa Banjarsari), Muhammad Zaenudin (Staf BPD Desa Banjarsari), serta Ahmad, Ketua Badak Banten DPC Lebakgedong.
FORWATU memastikan seluruh temuan lapangan akan dikaji lebih lanjut dan dirumuskan ujarnya. (Asep)