11 Juli 2024 | Dilihat: 466 Kali

Kisah Perjalanan Hidup Cabup M. Syukur Yang Inspiratif, Dari di Tinggal Ayah Umur 5 Tahun Hingga Jadi Calon Bupati

noeh21
    
Bangko-Jambi | mapikornews.com — Bakal calon Bupati Merangin, M. Syukur di dampingi bakal calon wakil bupati Khafidh Moein menghadiri rapat konsolidasi Partai Amanat Nasional (PAN) dirumah PAN, Rabu (10/07/2024) dilingkungan Pasar Atas Bangko.

Dalam sambutannya, bakal calon bupati Merangin ini sempat bercerita tentang perjalanan hidup hingga perjalanan karirnya.

Secara singkat, sang senator wakil dari provinsi Jambi yang mengenakan kemeja putih dan celana cream itu berkisah tentang dirinya yang lahir dari keluarga sangat sederhana dan anak yatim.

"Saya lahir dari keluarga sangat sederhana. Saya ditinggal ayah saat di usia 5 tahun.setelah ayah saya meninggal, Ibu saya seorang diri membesarkan kami lima orang anaknya dengan penuh kasih sayang di bawah keterbatasan yang tentu saja tidak enak," ujar M. Syukur memulai kisahnya 

Apa yang sudah diberikan oleh Allah saat ini kepada Saya lanjutnya, sudah sangat luar biasa.dari seorang anak yatim,yang di didik dan di besarkan  sendirian oleh seorang ibu bisa menjadi anggota DPD/MPR RI 3 periode dan terpilih kembali untuk ke-4 kalinya.

Ia  rela keluar dari zona nyaman dengan melepas semua fasilitas dan kemewahan di DPD RI hanya untuk kembali ke Merangin agar bisa memberikan yang terbaik bagi khalayak ramai khususnya masyarakat kabupaten Merangin yang karena keterbatasan kewenangan selama ini tidak banyak yang bisa di lakukan.

"Apakah menjadi calon bupati ini tidak ada rintangan? Jawabnya Banyak. Ada cemoohan, fitnah dan lain - lain nya. Apalagi di media sosial. 
Tapi apakah Syukur menyerah? 
Oh tidak, jika sudah terjun ke medan perang, pantang mundur walau selangkah. namanya juga medan perang, kalau tidak ditembak lawan, ya mungkin ditembak kawan," tegasnya.

Cabup M.Syukur pun meminta agar tidak menilai dirinya dari luar saja.

"Berdirilah disamping saya, mari kita berjalan dan berjuang bersama. Kalau tidak suka dengan Syukur, lihat pak Khafidh nya. Kalau tidak suka keduanya, lihatlah Partainya (PAN)," ungkap M. Syukur.

Dalam kesempatan itu, cabup M.Syukur juga berpesan agar seluruh kader PAN dan seluruh tim pemenangan Pasangan SUKA untuk tidak membalas cemoohan. Apalagi sampai ikut mencemooh kandidat lain.

"Biarkan saja, jangan Dibalas. Kita tunjukkan kita solid dan santun dalam berpolitik. Teruslah berjuang dan jangan hiraukan cemoohan itu," pintanya. (Damsir)