20 Oktober 2022 | Dilihat: 1184 Kali

MENUNGGU HASIL BERITA ACARA VERIFIKASI PERKEBUNAN PLASMA DI BELTIM, LSM FAKTA MENYEBUTKAN ADA 1.742,3 HEKTAR LAHAN PLASMA YANG HARUS BENAR BENAR DI VERIFIKASI

MENUNGGU HASIL BERITA ACARA VERIFIKASI PERKEBUNAN PLASMA DI BELTIM, LSM FAKTA MENYEBUTKAN ADA 1.742,3 HEKTAR LAHAN PLASMA YANG HARUS BENAR BENAR DI VERIFIKASI
Beltim-Babel | mapikornews.com  - Turunnya tim gabungan untuk melakukan verifikasi terhadap perkebunan Plasma untuk masyarakat desa yang ada di Belitung Timur,diapresiasi oleh ketua Lembaga Swadaya Masyarakat FAKTA,Ade Kelana.

Bagi Bang Ade,sapaan akrab Ketua LSM Fakta,semoga dengan dilakukannya verifikasi terhadap lahan lahan plasma yang mengatasnamakan masyarakat di desa desa yang ada di Beltim,akan mengurai sengkarut masalah terhadap lahan lahan tersebut.

Bukannya tak beralasan bagi Bang Ade,untuk berharap demikian,dikarenakan menurut dirinya,selaku penggiat kontrol sosial yang ada di Beltim,dirinya bersama LSM Fakta yang diketuainya,banyak mendapatkan pengaduan dari lapisan masyarakat yang merasa mengalami masalah terhadap lahan plasma yang dibuka oleh kedua perkebunan besar yang ada di Beltim.

Adapun beberapa point, yang menurut Bang Ade merupakan masalah, dari data yang didapatkannya adalah sebagai berikut,:
1.    Diduga Terdapat kelebihan lahan terhadap luas CPCL dengan luas yang ada di lapangan,pada saat dilakukan overlay.
2.    Diduga Terdapat perkebunan plasma yang belum memiliki SK CPCL yang dikeluarkan Bupati Belitung Timur.
3.    Diduga Terdapat lahan Plasma Perkebunan Kelapa Sawit yang menggunakan anggaran PT. SWP dan PT. PS yang tidak tepat sasaran,terhadap penerima plasma tersebut.
4.    Diduga terdapat penjualan lahan plasma perkebunan Kelapa Sawit yang menggunakan anggaran PT. SWP dan PT. PS oleh peserta CPCL  kepada oknum          Koperasi yang kemudian diduga dibeli menggunakan anggaran Perusahaan (Modus Tali Asih).
5.    Diduga adanya penggunaan nama lain didalam pengajuan peserta CPCL tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.
6.    Diduga banyaknya peserta CPCL yang tidak mengetahui letak atau lokasi daripada lahan perkebunan plasma milik mereka.


Ketika ditanyakan darimana Bang Ade mendapatkan data tersebut,Bang Ade menjawab bahwa sebagi lembaga dan penggiat kontrol sosial,tentu harus mendapatkan data yang valid dan terpercaya dan data tersebut ia peroleh tentu dari sumber yang terpercaya,tanpa menyebutkan siapa atau darimana sumbernya secara rinci.

Beberapa masalah yang berkaitan dengan lahan plasma masyarakat tersebut,menurut Ketua LSM Fakta harus benar benar dicermati bersama.

“Saya mengapresiasi tindakan verifikasi yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres,Kejaksaan,DPRD,BPN,Dinas Pertanian dan berharap dapat mengembalikan hak-hak masyarakat lokal yang memang menjadi hak masyarakat di Beltim ini,semoga giat verifikasi tersebut bukan merupakan settingan dan hanya memenuhi formalitas saja,lakukanlah verifikasi yang sebenar benarnya dan sejujur jujurnya” tegas Ade Kelana.

Tak hanya itu sejumlah lahan dengan luasan 1.742,3 Hektar dari info data yang dimilikinya,harus benar benar diverifikasi,karena jumlah tersebut adalah luas lahan yang merupakan selisih dari luas lahan yang ada SK CPCL dengan luas exiting di lapangan.

“Salah satu contoh masalah yang ada di kecamatan Kelapa Kampit,info yang saya terima dari masyarakat, ada areal kebun sawit diluar koperasi masyarakat dan diluar HGU PT.SWP tetapi dipanen selama puluhan tahun oleh PT.SWP, hasilnya untuk siapa ???...diduga hasilnya tersebut adalah untuk oknum pengurus PT. SWP atau bahkan untuk PT. SWP sendiri..Jika ini benar,maka ini sangatlah miris,dan bagi saya hal tersebut berarti semacam pengelabuan yang dilakukan perusahaan besar asing yang bersertipikat RSPO tetapi dengan merampas hak-hak masyarakat lokal" pungkas Bang Ade,berapi api.

Untuk mendapatkan berita yang berimbang,awak mediapun melakukan konfirmasi kepada pihak Humas PT.Steelindo Wahana Perkasa terhadap masalah tersebut.

“Untuk data ini konfirmasi e ke pak Agus atau Habi bang,mereka yang lebih tau e bang” ujar Humas PT.Steelindo Wahana Perkasa melalui chatting whatsapp kepada awak Media.


Namun sayang oknum yang dimaksudkan sebagai perwakilan PT. Parit Sembada,yaitu Agus dan Habi,kedua duanya saat diminta konfirmasinya juga melalui chatting whatsappnya,hingga berita ini dimuat,belum ada tanggapan balasan penjelasan dari kedua oknum perkebunan kelapa sawit tersebut.(Irwansyah,Amd.Ds.)