19 Juni 2024 | Dilihat: 143 Kali

Miris, Sejumlah Puskesmas Di Kabupaten Talaud Memprihatikan

noeh21
    
Miris, Sejumlah Puskesmas Di Kabupaten Talaud Memprihatikan 

Komitmen Presiden Joko Widodo terhadap percepatan pembangunan daerah perbatasan, tertinggal, terluar dan terpencil menjadi tumpuan harapan warga yang bermukim diwilayah tersebut dapat keluar dari dari keterisolasian dan keterbelakangan. 

Minimnya sarana dan prasarana publik dan infrastruktur jalan menjadi persoalan tersendiri bagi warga yang mendiami, tinggal dan hidup didaerah perbatasan, tertinggal, terluar dan terpencil benar-benar butuh perhatian dan penanganan serius dari pemerintah pusat. 

Sebab kalau tidak, masaalah klasik yang ada diwilayah perbatasan, seperti kemiskinan dan rendahnya kualitas hidup manusia bakal berubah menjadi sebuah ancaman disintegrasi bangsa dan "bom" waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dan bakal merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sebut saja kondisi terkini di Kabupaten Talaud, miris menyebutnya, tapi itulah fakta yang sebenarnya. Disejumlah wilayah warga mengalami kesulitan dalam rentang waktu yang cukup panjang, dimana selama berpuluh tahun mereka belum menikmati arti dari pembangunan yang sesungguhnya, berbagai persoalan menghimpit mereka akibat ketiadaan sarana jalan yang memadai, menuju akses ekonomi. 

Masyarakat setempat masih berjibaku dengan lumpur ketika berkendara saat musim penghujan selanjutnya saat musim kemarau, hujan debu beterbangan hingga mengakibatkan warga sering terserang gangguan infeksi saluran pernafasan (ISPA). 

Itu masih berbicara persoalan jalan, belum lagi kalau berbicara tentang ketersedian sarana dan prasarana kesehatan, rasanya tak cukup kolom untuk membeberkan secara panjang lebar mengenai minimnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena terbenturnya pada ketersedian alat-alat kesehatan (Alkes) dan sarana pendukung lainnya. 

Dengan kata lain perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) tidak cukup tersedia, kalaupun tersedia itu tidak maksimal digunakan karena keterbatasan perangkat penunjang didalamnya tenaga dokter, ahli kesehatan, terbilang sangat minim termasuk gedung, jauh dari kata memadai dan representative. 

Sebagaimana halnya dengan Puskesmas Tarohan, Kecamatan Beo Selatan, dimana saat ini Puskesmas tersebut mengcover tujuh desa, sehingga sentuhan pemerintah pusat menjadi solusi utama dalam menunjang pelayanan kesehatan kepada warga tujuh desa yang butuh penanganan medis. 

Selain itu peningkatan dan pembangunan gedung baru berstatus Puskesmas Rawat Jalan dan Rawat Inap (Ranap) Persalinan menjadi hal utama bagi pemerintah untuk melakukan pengadaan gedung baru, perangkat dan peralatan medik lengkap, termasuk pengadaan tenaga dokter, perawat dan tenaga ahli medik lainnya. 

Sementara itu informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, ruangan laboratorium di Puskesmas tersebut tidak tersedia alat pendingin atau AC, bahan baku untuk operasional laboratorium pasokannya hampir tak tersedia, kalau pun ada itu tak bisa digunakan lagi karena sudah basi," jelas sumber. 

Pengadaan alat pendingin (AC) diruangan tertentu misalnya, ruangan laboratoriun, apotik, ruangan pemeriksaan pasien, ruang persalinan dan ruang medik lainnya wajib hukumnya didukung oleh alat pendingin khususnya ruang laboratorium agar seluruh perangkat pendukung lab awet dan terpelihara dan dapat digunakan dalam waktu panjang," ucap sumber. (John-Sulut)