26 Februari 2024 | Dilihat: 201 Kali

Negara Akan Hancur Jika Oknum Anggota Dewan Seperti Selly Andriany Gantina dan Mustofa

noeh21
    
Negara Akan Hancur Jika Oknum Anggota Dewan Seperti Selly Andriany Gantina dan Mustofa

'"Rela menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan"

Jakarta || mapikornews.com

Dua Anggota Dewan yang terhormat, 1. Selly Andriany Gantina, sekarang Anggota DPR RI Komisi VIII dan 2. H. Mustofa tadinya Keta sekarang Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, adalah pelaku kejahatan Tindak Pidana Gratifikasi yang belun tersentuh hukum.

Kedua oknum anggota dewan diatas masih terus nikmati hidup dalam kenyamanan sebagai anggota dewan yang terhormat, Selly Andriany Gantina adalah pemberi suap (Gratifikasi) sebesar Rp.500.- juta rupiah untuk bisa diangkat sebagai Wakil Bupati Cirebon pengganti, untuk dampingi Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra periode 2014 - 2019.

Penerima suap (Gratifikasi) adalah H. Mustofa Ketua DPRD Kabupaten Cirebon pada waktu itu meminta Uang Ketok Palu sebesar Rp.500.- juta rupiah agar Selly Andriany Gantina bisa disahkan sebagai Wakil Bupati Cirebon pengganti.

Bau busuk kejahatan Tindak Pidana Gratifikasi ini terungkap atas pernyataan Sunjaya Purwadisastra mantan Bupati Cirebon yang telah jadi terpidana kasus korupsi gratifikasi tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam peenyataannya melalui hasil rekaman video Sunjaya Purwadisastra menjelaskan bahwa H. Mustofa meminta uang sebesar Rp. 500.- juta rupiah uang ketok palu agar bisa mensahkan Selly sebagai Wakil Bupati Cirebon.

Karena pada waktu itu Selly hanya memiliki uang sebesar Rp.200.- juta rupiah  Selly meminta bantuan tambahan kepada Sunjaya uang sebesar Rp.300.- juta rupiah untuk memenuhi kuota permintaan Mustofa sebesar Rp.500.- juta rupiah.

Selly Andriany Gantina dan Mustofa masih menikmati hidup nyaman dan tentram sebagai Anggota Dewan terhormat seolah kebal terhadap hukum, oleh sebab itu diharapkan perhatian serius Pihak Penegak Hukum untuk segera bertindak tegas terhadap kedua orang ini yang telah melakukan Kejahatan Tindak Pidana Gratifikasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Redaksi