27 Juni 2024 | Dilihat: 289 Kali

Perubahan Besar Apa Dari Seorang E2L Untuk Sulut ? Presiden Jokowi, RSUD Mala Kehabisan Stock Obat

noeh21
    
Perubahan Besar Apa Dari Seorang E2L Untuk Sulut ? Presiden Jokowi, RSUD Mala Kehabisan Stock Obat 

Sulut | www.mapikornews.com

Perubahan besar apa yang bakal dan yang nanti dilakukan oleh seorang Elly Lasut jika terpilih menjadi gubernur Sulut di Pilgub November 2024. 

Pernyataan dari para pendukung mantan terpidana korupsi itu terbalik dan sangat bertolak belakang dengan realitas yang sesungguhnya. 

Apa yang patut dibanggakan dari Bupati Talaud itu buktinya, dia tidak memiliki prestasi apa-apa selama memimpin talaud dalam rentang waktu hampir 15 tahun, tidak ada yang dibuat dan berarti bagi rakyat talaud ," ujar Nus Matheos, warga Moronge, Kabupaten Talaud. 

Jangankan bergerak maju, kata Matheos, beranjak dari predikat daerah tertinggal saja dia tidak sanggup membawa keluar Kabupaten Talaud dari status tersebut apalagi berbicara tentang hal kesejahteraan, hanya sekedar wacana. 

Kita tak bisa berharap lebih dari sosok yang dinilai ambisius, "haus dan gila kekuasaan, sementara tanggungjawabnya membangun Talaud kerap terabaikan," ucapnya. 

Menurutnya, dia kadung terlanjur dan kepincut jadi orang nomor satu Prov. Sulut, tanpa modal prestasi, bagaimana mungkin eks napi koruptor itu bisa berhasil membangun Sulut ? 

Sementara menurutnya, takaran keberhasilan dari seseorang pemimpin daerah itu bisa dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi yakni, meningkatnya pendapatan perkapita, geliat ekonomi makin bergerak dinamis, angka pengangguran dan kemiskinan menurun, sektor riil bergerak maju. 

Sektor usaha micro, kecil dan menengah bangkit menjadi pilar ekonomi dan berkontribusi bagi pendapatan daerah, itu baru disebut pemimpin yang sukses juga menjadi indikator terhadap sebuah daerah yang mengalami kemajuan dan perkembangan pesat tapi juga berhasil menyejahtrakan rakyatnya, bukan "maling" uang rakyat," tegasnya. 

Namun ternyata persoalan demi persoalan sepertinya tak habis-habisnya dan yang terus membelit warga talaud. Disejumlah wilayah masih ditemukan begitu minimnya sarana-prasarana publik dan infrastruktur jalan yang memadai. 

Misalnya diwilayah Salibabu, sebut saja Desa Balang dan Desa Musi, warga setempat masih saja mengalami kesulitan karena akibat belum tersedianya jalan yang  memadai sehingga menghambat aktifitas mereka sehari-hari," jelas Matheos. 

Seperti itu kondisi terkini, miris menyebutnya, tapi itulah fakta yang sebenarnya, warga setempat masih mengalami kesulitan hidup dalam rentang waktu yang cukup panjang, selama berpuluh-puluh tahun kami masih bergelut dengan kesulitan hidup yang berkepanjangan," terangnya. 

Kesulitan hidup warga talaud tidak lain adalah yang menyangkut dengan lapangan pekerjaan, kesempatan beroleh pendapatan yang layak termasuk keberpihakan pemerintah terhadap warga lewat-lewat sentuhan dan atau bantuan langsung yang dapat menggerakan ekonomi perdesaan, tak kunjung tiba, selain dana desa. 

Selain itu tersedianya sarana transportasi dan fasilitas jalan yang menjadi harapan dan dambaan kami warga talaud, tapi harapan tinggal harapan, kami yang bermukim, tinggal dan hidup di Pulau Karakelang, Salibabu, Kabaruan maupun warga kepulauan Nanusa tak kunjung menikmati arti dan makna serta tujuan dari pembangunan itu sendiri. 

Berbagai persoalan terus menghimpit kami dari akibat belum tersedianya sarana dan prasarana jalan yang memadai, menuju akses ekonomi. Masyarakat setempat masih berjibaku dengan lumpur ketika berkendara saat musim penghujan. 

Begitu pun saat musim kemarau, hujan debu beterbangan sana-sini hingga mengakibatkan warga sering mengalami gangguan infeksi saluran pernafasan (ISPA). 

Itu masih berbicara pada aspek jalan yang tidak lain berfungsi membuka keterisolasian, sarana moblitas buat kelancaran angkutan orang dan barang dari satu tempat ketempat lain dan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. 

Begitu pun dengan sarana dan prasarana kesehatan terbilang lengkap, memadai dan representative, dibarengi dengan pelayanan prima, jadi penentu meningkatnya kualitas kesehatan dan harapan hidup warga Talaud. 

Tapi sebaliknya pelayanan kesehatan kepada masyarakat lewat Puskesmas sangat minim, minimnya pelayanan kesehatan lebih disebabkan oleh kurang tersediannya alat-alat kesehatan (Alkes), tenaga dan ahli kesehatan termasuk pasokan obat. 

Akibatnya dari semua itu, tingkat dan kualitas kesehatan warga  Talaud terbilang rendah, bukan cuman itu, faktor lain yang ikut menciptakan rendahnya kualitas hidup tidak lain adalah, rakyat talaud masih berkutat dengan kemiskinan. 

Informasi ini penting diketahui oleh Pemerintah Pusat khususnya Presiden Jokowi selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam bidang pemerintahan agar tahu persis duduk persoalan yang sebenarnya. 

Kami warga talaud, tak kunjung menikmati arti dari kepemimpinan dan hasil kerja dari sosok yang pernah kesandung korupsi itu, kalau pun ada, itu hanya pada hal-hal berbau insidentil semata bukan pada persoalan yang mendasar," ungkap Matheos. 

Ngurus rumah tangganya sendiri tak sanggup apalagi ngurus rumah tangga yang terbilang Gede, bagaimana mungkin itu bisa terjadi "jauh Panggang Dari api," sebutnya. 

Mantan suami almarhumah Telly Tjanggulung, hanya pinter ngutak-ngatik dan melakukan pergeseran anggaran, sementara hak-hak ASN maupun tenaga kontrak pembayarannya sering mengalami keterlambatan bahkan sempat molor sampai dengan tujuh bulanan," sambungnya. 

Sementara itu dibagian lain menyeruak kabar seputar  RSUD. Mala yang kehabisan stock obat-obatan, warga yang tengah menjalani perawatan dipaksa membeli obat diluar. 

Apotik rumah sakit kosong-melompong, tragis memang saat menyaksikan keluarga pasien harus memutar otak untuk mendapatkan obat, ibarat "sudah jatuh, tertimpa tangga lagi. 

Sepintas hal ini terlihat sepeleh dan biasa-biasa saja, tapi sesungguhnya ini menyangkut kesehatan dan nyawa dari warganya sendiri (red E2L), bukankah demikian," ucap Matheos. 

Bagaimana mungkin sebuah Rumah Sakit bisa kehabisan stock obat, tanya seorang ASN talaud, yang minta namanya disembunyikan, dikenamanakan uang daerah, Ironisnya lagi kata dia, hal itu telah berlangsung selama 1 tahun," terangnya. 

Tidak berbeda jauh dengan Nus Matheos, dia turut meng-amini tentang persoalan yang membelit RSUD. Mala, benar apa yang disebutkan oleh ASN tadi, benar seperti itu, tidak ada yang dilebih-lebihkan," tukasnya. 

Lanjut Matheos, Bupati Elly Lasut seolah-olah terkesan menutup mata dan tidak peduli dengan semua itu, waktunya kerap dihabiskan diluar daerah, sibuk dengan pencitraan diri," tuturnya. 

Selaku warga Talaud, saya turut merasakan keluh-kesah warga yang tengah menderita sakit, dibiarkan teronggok, terbaring lemah serta tak berdaya dikarenakan kurang mendapatkan perawatan maksimal karena tidak tersedianya stock obat-obatan. 

Elly Lasut menurutnya lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang memperhatikan dan mengurus warganya sendiri, seorang pemimpin daerah seharusnya peduli dengan warganya sendiri bukan kepada orang yang tinggal tinggal didaerah lain," semburnya. 

Yang ada dibenaknya bagaimana merebut posisi orang nomor satu meski tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang Bupati sering terabaikan. 

Padahal masih banyak persoalan yang tengah membelit yaitu, terkait dengan beredarnya isu tentang dugaan penyimpangan dana desa dan dugaan korupsi dana Covid. 

Bisa disebut persoalan yang muncul diseputaran tugasnya tidak mampu dituntaskannya, selanjutnya kemudian mau berkiprah diwilayah yang jauh lebih luas lagi, ironis," kata Matheos. 

Dibagian lain Matheos kepada media ini, Kamis (27/7) Berkata, hanya penjilat dan yang nuraninya ketutup oleh mulut manisnya seorang E2L yang mau berpihak kepadanya. 

Tapi bagi mereka yang paham dan mengetahui persis seluk-beluk dan tindak-tanduknya tak akan berpihak kepadanya,"ujar Matheos, memastikan. 

Bahkan menurut cerita-cerita yang beredar, sejumlah pihak menyebutnya sebagai sosok berdarah dingin dimana dia sempat memerintahkan oknum tertentu untuk membunuh seseorang, yang diduga dipicu oleh persoalan hutang-piutang 

Lanjut Matheos, sikap baik hati yang dipertotonkannya selama ini sesungguhnya hanya untuk menarik simpati publik dan menutupi boroknya yang sebenarnya, tidak lebih dari itu," pungkasnya. (John-Sulut)