30 Juni 2024 | Dilihat: 105 Kali

*Program Rumah Tidak Layak Huni di Desa Ciruji Di Soroti Oleh Ormas Badak Banten Ada Dugaan Dananya Di Mark-up*

noeh21
    
*Program Rumah Tidak Layak Huni  di Desa Ciruji  Di Soroti Oleh Ormas Badak Banten Ada Dugaan  Dananya Di Mark-up*

Lebak - Banten ||
mapikornews.com.

Sebanyak 5 rumah tidak layak huni ( RTLH), tetapi yang sudah selesai 1 rumah tinggal sisa 4 rumah lagi di desa ciruji kecamatan banjarsari yang mangkrak, program yang di danai dari dana desa ciruji tahun anggaran di tahun 2023 terlihat di terlantarkan sama orang yang tabertanggung jawab oleh penyelengara kegiatan pemdes  ciruji Kecamatan Banjr Sari, Kabupaten Lebak -Banten.

Warga penerima manfaat  program hanya pasrah dan berharap ada kebijakan dari pemerintah desa setempat untuk melanjutkan pembangunan tersebut,

Pasal nya sejak awal program RTLH tersebut mulai bergulir tahun 2023 dengan anggaran dana desa yang perorang nya mendapatkan anggaran Rp 10.000.000(sepuluh  juta rupiah) dengan cara stimulan/ menerima barang Sesuai yang dibutuhkannya, namun sampai saat ini di duga belum di penuhi oleh pemdes setempat.(30/06/2024)

Dari sumber warga yang mendapat kan program tersebut menjelaskan  pemdes ciruji tidak bertanggung jawab atau tidak transparansi terkait anggaran tersebut, di karenakan nota barang bangunan  pun  tidak di berikan terhdap keluarga penerima manfaat, KPM tersebut' bahkan  penerima manfaat sempat menanyakan terkait nota pembelanjaan di toko bangunan TB UNGGUL MAJU yang di tunjuk oleh pemdes desa seolah-olah  di abaikan atau tidak dikasih nota  dan di duga pemerintah desa ciruji ada dugaan meMark up dana pembangunan RTLH ,karena dengan kebetulan  anggaran dana desa di tahun 2023 diperuntukan sekaligus  guna untuk membangun  perbaikan rehab kantor desa,jembatan ,dan juga MCK( toliet).

" Dari keluarga penerima manfaat salah satu nya yang bernama pak juanda menerangkan bahwa anggaran dari dana desa dengan nominal 10 juta rupiah hanya  mendapatkan matrial 
pasir 2 mobil losbak, bata 1000,Habel 1 kubik, asbes 15,grc 20,kayu tiang 12 biji, sundul 5 kodi, paku 10 kg, semen 5 sak. itu pun tanpa nota pembelanjaan dari toko bangunan atau material di Unggul maju seharusnya nota nya di kasih ke kami ucapnya,

"Setelah mendengar keluhan  dan aduan  langsung dari beberapa warga, KPM, keluarga  penerima manfaat, Tim investigasi Ormas Badak Banten  korwil enam langsung melakukan penelusuran  lebih lanjut guna mendapatkan informasi yang sebenarnya,membenarknbahwa beliau menerima manfaat bantuan yang bersumber dari anggaran dana desa tahun 2023,

                                    
Ruswa ilahi pengurus Ormas badak banten dapil 6 menyoroti pemdes desa ciruji di karna kan tidak adanya transparasi ke semua pihak yang bersangkutan dengan pemdes ciruji terkait anggaran yang bersumber dari  dana desa( DD )pasal nya barang barang yang di tulis oleh penerima manfaat tidak ada nota pembelanjaan terkesan pemdes  ciruji tersebut sengaja untuk me mark up anggaran DD,jika benar anggaran di mark up atau di selewengkan saya akan mengadukan permasalahan ini ke jalur hukum atau APH ujar nya. 

"Lanjut,Ruswa,Untuk mencari sumber yang sebenarnya ,Ruswa bersama rekan nya  (Muh Syam A,S) turun langsung ke  kediaman pemilik toko unggul maju guna mencari informasi ataupun keterangan yang sebenarnya dari pemilik toko inisial( RD)  sampai dirumah  saudara ,RD, yang ternyata beliau sekaligus ketua BPD ( Badan Permusywaratan Desa) ciruji,ruswa dan Muh Syam A,S langsung mewawancarai pemilik toko  sekaligus pemilik toko material tersebut guna mendapatkan keterangan lebih terang dan jelas.

"Iya pak jujur saja,kami selama ini  kalau ada  kegiatan yang bersangkutan dengan kepentingan masyrakat jarang dilibatkan alias tidak transparan  pemerintah desa ciruji ( RD) Dalam masalah ini kami pun belum pernah diajak musyawarah kembali soal realisasi anggaran ,yang katanya ada banyak beberapa perubahan,bahkan  dana desa tahun ini pun 2023 itu dana nya cukup besar bukan saja untuk bangunan 4 rumah tidak layak huni,namun masih bnyak lagi untuk bangunan lainnya,akan tetapi saya  disuruh membangun 7 item  pembangunan Hanya di sisa kan uang sebesar Rp 54,000.000( Lima puluh empat juta rupiah).dan sisanya yang di transfer ke rek matrialpun diambil lagi sama ibu pj ucap nya(Asep/tim)