Wonogiri-Jateng | mapikornews.com —Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Wonogiri pada 2026 tengah dilaksanakn, salah satunya lokasi penerima manfaat adalah Kelompok Tani Maju Sempurna berada di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno.
Masyarakat setempat masih menghadapi keterbatasan akses air irigasi, terutama saat musim kemarau. kondisi jaringan irigasi yang belum optimal turut memengaruhi produktivitas pertanian termasuk hasil panen.
Saat ditemui dilapangan pekerjaan Ketua Kelompok Tani Maju Sempurna sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno Wonogiri Kadiyo, mengatakan P3TGAI dilaksanakan secara swakelola warga masyarakat dengan pendekatan padat karya dan tidak di borongkan ke kontraktor.
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi petani, baik dalam meningkatkan produktivitas pertanian maupun membuka tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui pelaksanaan pekerjaan secara padat karya.“
Saya berharap program P3TGAI tahun depan dapat kembali direalisasikan di wilayahnya mengingat mayoritas masyarakat Jatipurwo masih menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, khususnya padi, palawija, dan hortikultura ,” ungkapnya. (6/10/26).
Kepala Desa Jatipurwo, Sukiyo, S.H. ketika ditemui di balai desa mengatakan P3TGAI diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kemandirian pangan.
Kelompok Tani di Dusun Garon menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut, dengan adanya penambahan jaringan irigasi tersier, luas lahan yang dapat ditanami diharapkan meningkat dari sebelumnya kurang dari 10 hektare menjadi sekitar 15–20 hektare.
Peningkatan luas tanam tersebut diharapkan memungkinkan petani melakukan panen padi hingga tiga kali dalam setahun, termasuk pada musim kemarau.
Sukiyo berharap peningkatan produktivitas dan luas tanam tersebut dapat berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.
"P3TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno, sebagai wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan," ujarnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan TARU) Kabupaten Wonogiri, Endah Aryuningsih Tri Rahajeng, S.T., M.T saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan P3-TGAI merupakan program yang diluncurkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sebagai bagian dari upaya memperbaiki, merehabilitasi, dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus mendukung ketahanan pangan di desa.
Di Kabupaten Wonogiri, program P3TGAI dilaksanakan di 93 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. (8/10/2026).
Terpisah Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T., menyebut P3TGAI sebagai program padat karya tunai yang melibatkan petani dalam pelaksanaan kegiatan.
Program tersebut mencakup jaringan irigasi yang mengairi lahan pertanian di enam kabupaten, yakni Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Ngawi.Menurut Gatut, pemerintah melalui BBWS Bengawan Solo terus melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi melalui berbagai program, termasuk Instruksi Presiden. (gsw)