Maluku Tengah | mapikornews.com – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menghadiri sekaligus membuka secara resmi Musrenbang RKPD Tahun 2027. Disinilah langkah strategis pembangunan daerah mulai disusun.
Hadir dalam kegiatan, pimpinan dan anggota DPRD Malteng, pimpinanan OPD lingkup Pemda, Forkompimda Malteng, para Camat Kepala Pemerintahan Negeri dan Kelurahan, para pimpinan organisasi wanita, pimpinnan organisasi vertikal BUMN, BUMD, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan yang berlangsung di Aula lantai 3 kantor Bapplitbangda Maluku tengah. Kamis, 09/04/2026
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir dalam sambutanya menyampaikan bahwa proses perencanaan pembangunan daerah telah berjalan melalui mekanisme partisipatif dari bawah, dimulai dari desa, kecamatan, forum perangkat daerah, hingga pada tahapan kabupaten, sekaligus menegaskan komitmen kita bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan masyarakat dan bukan semata-mata pendekatan administratif.
Ini juga menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kemampuan fiskal, serta memastikan program yang dirumuskan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ucapnya.
Beliau juga menegaskan bahwa arah pembangunan periode 2025-2029 akan berpedoman pada visi besar: “Membangun Maluku Tengah yang Maju, Sejahtera, Rukun, dan Berkeadilan.”
Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam lima pilar utama yang disebut Panca Cita Pembangunan Daerah. Kelima poin strategis tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi daerah, serta perwujudan tata kelola pemerintahan yang efektif dan bersih. Selain itu, Pemkab juga menitikberatkan pada ketahanan sosial budaya dan lingkungan, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah yang berkeadilan di seluruh pelosok Maluku Tengah.
Simultan dengan itu, kita juga harus mendukung pelaksanaan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan gedung, serta penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah,” ujarnya dikatakanya, sejumlah agenda strategis pembangunan daerah yang perlu di dorong secara terencana dan terukur yakni, pertama, pengembangan kawasan pariwisata Banda sebagai destinasi unggulan kelas dunia, kedua, hilirisasi komoditas kelapa dalam dan pala di wilayah Teluk Elpaputih dengan nilai investasi sebesar 640 miliar rupiah, ketiga, penataan lingkungan dan pengelolaan persampahan di beberapa lokasi rawan sampah yang sampai saat ini belum maksimal.
Keempat, peningkatan kualitas dan kuantitas sektor perhubungan untuk konektivitas wilayah melalui pembangunan pelabuhan ferry di wilayah Teluk Dalam serta pengembangan pasar, terminal, dan sarana transportasi yang lebih representatif. Kelima, pengembangan Kawasan Kota Terpadu Mandiri di Kobi secara lebih serius, objektif, tepat fungsi dan tepat sasaran sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tengah.
Keenam, peningkatan kemandirian daerah melalui optimalisasi PAD dan penguatan sektor pariwisata unggulan daerah, di antaranya, Kawasan Natsepa, Pulau Tujuh, Ora Beach dan sekitarnya, Banda serta beberapa potensi pariwisata lainnya, Ketujuh. revitalisasi kolam renang Masohi dan fasilitas publik lainnya sebagai bagian dari peningkatan ruang rekreasi masyarakat.dan kedelapan, penguatan kreativitas dan inovasi daerah.
Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Keterbatasan fiskal harus dijawab dengan inovasi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta kemitraan dengan swasta dan masyarakat.
Seluruh agenda dan rencana pembangunan yang saya sampaikan tadi, sekali lagi diarahkan untuk meningkatkan PAD, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat,” pintahnya karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
“Saya ingin menegaskan bahwa kita harus menyusun dokumen perencanaan yang baik dan berkualitas, memiliki outcome yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan, “tandasnya Zulkarnain juga menyampaikan, dokumen perencanaan harus melalui seluruh tahapan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan partisipatif, sinkronisasi lintas sektor, hingga penganggaran yang realistis.
“Untuk itu, saya meminta agar perkuat sinergi antar perangkat daerah, tingkatkan koordinasi lintas sektor, hindari program yang tumpang tindih, fokus pada program berdampak langsung serta tetap mengutamakan efisiensi dan efektivitas anggaran,” ucap Zulkarnain Bupati Maluku Tengah, mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih kreatif, inovatif, dan adaptif. Tantangan fiskal kita yang rendah tidak boleh menjadi penghambat, tetapi justru harus menjadi pemicu untuk menghadirkan terobosan pembangunan.
Jadikanlah, “Musrenbang RKPD ini bukan sekadar forum menghimpun usulan, tetapi ruang menyepakati prioritas pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat.”
“Perlu saya tekankan, “Perencanaan yang partisipatif akan melahirkan pembangunan yang tepat sasaran. Sementara komitmen pelaksanaan akan menentukan keberhasilannya.” Tutupnya. (MoL)