17 Juli 2026 | Dilihat: 171 Kali

BURU GAGAL DAPAT PINJAMAN BELANJA PEMBANGUNAN RP 150 MILIAR

BURU GAGAL DAPAT PINJAMAN BELANJA PEMBANGUNAN RP 150 MILIAR

Pulau Buru-Maluku | mapikirnews.com — Pemerintah Kabupaten Buru dalam membawa kepemimpinan Bupati Ikram Umasugi, gagal mendapat pinjaman Rp.150 miliar dari Bank Maluku.

Hal itu terungkap Ketua DPRD Buru, Bambang Langlang Buana saat melakukan kegiatan reses penutupan masa sidang tiga dengan masyarakat di Kota Kecamatan Namlea yang berlangsung di kediaman pribadinya di Dusun Nametek Kei malam tadi (16/7/2026). 

Dalam reses itu, banyak keluhan dan permintaan yang disampaikan warga Kota Namlea terkait banyak hal, termasuk pembangunan dan kerusakan jalan dalam kota yang tidak kunjung ditangani perbaikannya oleh Pemkab Buru. 

Ikram - Sudarmo dikritisi karena sampai saat ini janji kampanye keduanya tidak ada satupun yang direalisasikan. 

Malahan dalam situasi memprihatinkan saat ini, Bupati Ikram Umasugi hanya mencari popularitas di dunia maya agar diketahui publik dengan memperbaiki satu sudut jalan di Bundaran RH Mart - Alfamidi dengan merogoh uang dari koceknya. Perbaikannya hanya menggunakan air mani dicampur sirtu.

Menangapi keluhan dan protes warga itu, Bambang dengan bijaksana tidak langsung menjawab langkah bupati menggunakan uang pribadi untuk menutupi jalan berlubang dengan air mani. Ia mempersilahkan warga untuk menilainya sendiri. 

Menurut Bambang, di tahun anggaran yang lalu ada dana perbaikan jalan dalam kota dengan nilai mencapai 147 juta . 

Kalau hanya menutup lobang dengan air mani dicampuri pasir, maka seharusnya mencukupi.

Namun uang Rp. 149 juta itu hanya untuk menambal jajan berlubang seluas 33 meter per segi. 

“Ini seng logis, seng masuk akal,” tandas Bambang yang disahuti warga itu betul dan ada yang meneriaki perlu diusut. Kini jalan berlubang dalam kota bukannya berkurang, malah kian bertambah. 

Untuk itu Ketua DPRD Buru asal PPP ini selsku wakil rakyat dan pribadi meminta maaf kepada masyarakat karena pemerintah belum memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Menjawab pertanyaan dan keinginan warga agar membangun beberapa fasilitas di dalam kota di tahun 2026 ini, Bambang mengaku sudah direncanakan oleh Pemkab Buru. 

Dengan kembali meminta maaf terlebih dahulu, Bambang menjelaskan kalau Pemkab merancang anggaran bersumber dari modal pinjaman Bank Maluku sebesar 150 miliar. 

Hanya saja, keinginan Pemkab dapat pinjaman gede dari Bank Maluku ternyata belum sampai sampai saat ini. 

Kementrian Dalam Negeri di Jakarta tidak meloloskan nilai pinjamsn itu. 

Dari awal sudah diprediksi banyak kalangan bahwa pinjaman senilai itu tidak akan lolos di Kemendagri katena tidsk searahvdrngdn PP Nomor 22 Tahun 2022.

Bahkan pada awal pembahasan di DPRD saja sudah ada reaksi menolak dan menerima gagasan itu. Bahkan Ketua Dewan berasa di pihak yang menentang nilai pinjamsn setinggi itu.

Pembahasan di DPRD Buru saja sampai 16 hari dan berakhir dengan pemungutan suara. 

Dengan tidak bermaksud untuk menutup-tutupi, Bambang menegaskan, kalau kegiatan-kegiatan itu belum bisa berjalan karena kepastian pinjaman belum ada atau belum final dan masih dalam proses. 

Akui Bambang rencana pengaktifan Pemksb ke Bank Maluku sebesar Rp. 150 miliar itu dari awal juga tidak disetujui. Dia boleh berinvestasi tetapi di bawah 150 miliar.  

Mengapa? lanjut Bambang, karena ia dapat menghitung pendapatan daerah dan kemampuan keuangan daerah untuk membayar kembali apa yang dipinjamkan, termasuk pokok bunga berikut sangat tidsj sepanjang pendapatan. 

Kemudian PP Nomor 22 tahun 2022 yang mengatur tentang perimbangan keuangan daerah, di situ sudah ada pertegas pinjaman tidak boleh lebih tiga persen dari pendapatan.

Bila disetujui lebih dari tiga persen saat pemberhentian di DPRD, terakhir harus dibawa ke Kemendagri untuk dievaluasi. 

Dalam evaluasi ini, lanjut Bambang yang telah disetujui Kemendagri baru Rp. 48,6 miliar. 

Sebelum dibawa ke Jakarta, Bambang dan beberapa rekan di DPRD sempat menghitung kemampuan pinjaman agar mudah hanya dibayar hanya dalam kisaran 50 - 70 miliar. 

“Boleh produktif, tapi kemampuan kita 50 sampai 70 miliar. Fakta di Kemendagri baru disetujui 48, 6 miliar,”ujar Bambang lalang buana ketua DPRD Buru. . 

Tetapi pemerintah daerah masih terus berupaya untuk mendapatkan pinjaman sampai 70 miliar. 

Kegiatan reses yang dihadiri lebih dari 300 warga itu diakhiri dengan penyerahan bantuan bingkisan beras dari Bambang kepada warga. 

Bambang akan selalu membangun sinergitas antara DPRD dengan masyarakat dalam mengawal kegiatan pembangunan di Kabupaten Buru. 

Selama reses ia menampung dan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat terhadap pemerintah, termasuk mendengarkan- pengaduan pengaduan yang dilakukan oleh pemerintah dan tidak sesuai di lapangan. 

Termasuk DPRD tentunya dapat disampaikan dan menjadi kewajiban DPRD untuk meneruskannya.

Bambang selalu turun langsung melakukan pengawasan terhadap kerja-kerja pemerintah daerah dalam melaksanakan amanat APBD. 

Bambang juga meminta agar warga mengawasi kinerjanya sebagai anggota dewan dan itu hak masyarakat dan dirinya juga mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat. (NB)