31 Oktober 2026 | Dilihat: 90 Kali

Di Jantung Ring I PetroChina, Puskesmas Simpang Pandan-Geragai Rusak Parah, 28 Ribu Warga Menanti Bantuan CSR

Di Jantung Ring I PetroChina, Puskesmas Simpang Pandan-Geragai Rusak Parah, 28 Ribu Warga Menanti Bantuan CSR

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Ironis. Puskesmas Rawat Inap Simpang Pandan yang berada di wilayah strategis pemerintahan Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), justru dalam kondisi rusak parah. Padahal, lokasinya berada di jantung Ring I operasional perusahaan migas raksasa, PT PetroChina International Jabung Ltd.

Bangunan peninggalan era transmigrasi 1980-an itu kini 70 persen rusak berat. Atap keropos, deck triplek bolong, dan akses menuju Unit Gawat Darurat (UGD) rusak. Sementara beban layanannya sangat vital, melayani 8 desa dan 1 kelurahan dengan total 28.599 jiwa.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, harapan percepatan pembangunan kini tertuju pada kepedulian perusahaan migas melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabtim, Nasrul Diman, secara terbuka menyampaikan harapan tersebut. Menurutnya, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat percepatan pembangunan fasilitas kesehatan primer yang layak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.

"Dengan anggaran daerah yang sangat terbatas, tentunya kita sangat berharap perhatian dari pihak manajemen PetroChina. Puskesmas Simpang Pandan ini berada di Ring I perusahaan, melayani hampir 29 ribu jiwa, dan kondisinya memang sudah tidak layak. Ini butuh pembangunan baru, bukan rehab ringan," ungkap Kadis Kesehatan Tanjabtim, Nasrul Diman di ruang kerjanya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan migas melalui CSR adalah solusi percepatan yang paling realistis dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

"Jika PetroChina hadir melalui CSR atau PPM untuk pembangunan Puskesmas, manfaatnya akan sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah operasionalnya sendiri. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal pemenuhan hak dasar kesehatan, percepatan pelayanan yang efektif, aman, dan bermartabat. Ini investasi sosial yang mulia dan sejalan dengan prinsip kebermanfaatan perusahaan bagi lingkungan," tegasnya.

Nasrul menambahkan, pelayanan kesehatan yang prima membutuhkan infrastruktur yang memenuhi standar Kemenkes, mulai dari keselamatan bangunan, alur layanan gawat darurat yang cepat, hingga laboratorium yang steril.

"Kami ingin Nakes bekerja dengan aman dan nyaman, dan masyarakat mendapat pelayanan yang elegan, humanis dan tanpa rasa was-was. Untuk itu, uluran tangan dari PetroChina International Jabung Ltd sangat kami harapkan," ucapnya.

"Senada dengan Kadis Kesehatan, kami di lapangan sangat-sangat mengharapkan perhatian dari PetroChina melalui CSR. Kondisi gedung kami sudah sangat memprihatinkan, ini bangunan era transmigrasi, sebutnya.

Menurut Heni, jika pembangunan baru terwujud melalui CSR PetroChina, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

"Ini akan menjadi kado terindah bagi masyarakat Geragai. Pelayanan akan lebih cepat, lebih aman, dan lebih bermartabat. Kami bermimpi punya Puskesmas yang sesuai standar Kemenkes. Semoga pihak manajemen PetroChina mendengar harapan kami ," tuturnya penuh harap.

Kini, bola ada di manajemen PetroChina. Di saat produksi migas terus mengalir dari Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung, masyarakat di Ring I menanti kehadiran nyata yang mengalir dalam bentuk bangunan Puskesmas yang layak. (Jdk)