29 Oktober 2026 | Dilihat: 75 Kali

Diguyur Hujan Sehari Penuh, Kabut Asap Wilayah Tanjabtim Tak Kunjung Hilang, Bukit Menderang Masih Diselimuti Asap

Diguyur Hujan Sehari Penuh, Kabut Asap Wilayah Tanjabtim Tak Kunjung Hilang, Bukit Menderang Masih Diselimuti Asap

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Hujan yang mengguyur sehari penuh  merata di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Rabu, 28 Oktober 2026, ternyata belum mampu mengusir kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pantauan di lapangan, Kamis pagi, 29 Oktober 2026, kawasan pusat perkantoran Bukit Menderang masih diselimuti kabut asap. Meski intensitasnya tidak lagi hitam pekat seperti hari-hari sebelumnya, lapisan asap tipis masih menggantung dan jarak pandang yang terbatas.

Fenomena ini menandai betapa seriusnya dampak Karhutla yang telah melanda Tanjabtim selama hampir dua bulan, terhitung sejak akhir Agustus hingga akhir Oktober 2026.

Hampir 60 hari, langit Tanjabtim seakan tak pernah benar-benar biru. Sumber asap berasal dari titik-titik api yang tersebar di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Sifat gambut yang terbakar di bawah permukaan membuat api sulit padam total meski hujan turun.

"Hujan kemarin memang merata, tapi untuk gambut yang sudah terbakar dalam, air hujan sehari belum cukup. Api masih membara di bawah," ujar salah satu warga sekitar Bukit Menderang.

Kondisi ini menjadi alarm keras. Jika hujan sesaat saja tidak mampu meredam, maka ada persoalan serius dalam sistem pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah gambut Tanjabtim.

Kabut asap yang bertahan hingga ke pusat pemerintahan Bukit Menderang bukan sekadar persoalan estetika. Ini adalah ancaman nyata bagi kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sekitar, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pertanyaan publik kini mengerucut, sejauh mana langkah konkret Satgas Karhutla, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim dalam memastikan pemadaman total, bukan sekadar menunggu hujan? (Jdk)