Sulut | mapikornews.com — Dengan didampingi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara pada Jumat (22/5/26), usai menjalani proses revitalisasi menyeluruh dengan anggaran total jendral Rp15 miliar.
Peresmian tersebut menandai babak baru pengelolaan museum daerah yang kini tampil lebih modern, inklusive dan representatif. Pemerintah Provinsi Sulut, bahkan lebih dari itu Gubernur Yulius Selvanus menargetkan museum tersebut menjadi salah satu museum terbaik di Indonesia.
Gubernur Selvanus dalam sambutannya menjelaskan panjang lebar perihal kondisi gedung, benda-benda bersejarah dan warisan budaya yang ada didalam museum sebelum mengalami revitalisasi benar-benar sangat memprihatinkan.
Selanjutnya Ia mengaku sempat terkejut ketika mendengar isu yang di hembuskan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab bahwa, museum itu pernah direncanakan untuk dijual akibat terbengkalai dan minim perawatan.
Di suatu kesempatan, saya datang langsung setelah dilantik bersama keluarga pada malam hari. Kondisinya gelap, sekeliling gedung tumbuh ilalang, dan tidak terawat. Pendek kata sangat memprihatinkan untuk sebuah museum yang menyimpan sejarah daerah,” sebut Yulius.
Museum yang dibangun sejak 1974 dan diresmikan pada 1991 itu diketahui menyimpan sekitar 2.800 koleksi benda bersejarah. Namun selama bertahun-tahun, pengelolaan dan dokumentasi koleksi dinilai belum maksimal, termasuk belum adanya sistem digitalisasi data sejarah.
Pemerintah Provinsi Sulut kemudian bergerak cepat melakukan pembenahan total melalui dukungan anggaran perubahan. Proses revitalisasi turut melibatkan Dinas Kebudayaan Sulut, akademisi dari Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado, hingga sejumlah pemerhati sejarah dan budaya.
Menurut Yulius, tantangan terbesar dalam proses pembaruan museum bukan hanya pada renovasi fisik bangunan, tetapi juga penyusunan kembali narasi sejarah dari koleksi yang sempat kehilangan data pendukung.
“Pendataan ulang dilakukan cukup panjang karena banyak informasi koleksi yang harus diverifikasi kembali bersama para sejarawan. Syukur, sebagian besar sudah berhasil diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam menghidupkan kembali museum daerah sebagai pusat edukasi dan literasi budaya.
Ia menilai langkah yang dilakukan Pemprov Sulut menunjukkan keseriusan dalam menjadikan museum sebagai ruang publik yang aktif, modern, dan produktif secara ekonomi budaya.
“Kalau pengelolaannya terus ditingkatkan, museum ini bisa menjadi salah satu contoh terbaik di Indonesia. Tahun depan kami siap mendukung melalui Dana Alokasi Khusus,” ujar Fadli.
Menurutnya, museum modern saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan juga pusat aktivitas masyarakat, ruang edukasi generasi muda, hingga penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya.
Fadli juga mendorong pengembangan fasilitas pendukung seperti ruang kreatif, coffee shop, hingga penjualan merchandise bertema budaya daerah guna meningkatkan daya tarik pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.
Peresmian Museum Negeri Sulut turut di meriahkan dengan pertunjukan seni teater dan penyerahan bantuan alat musik tradisional kolintang kepada tujuh sanggar seni dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara.
Selain itu, momen tersebut juga ditandai dengan peluncuran program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 1.000 pekerja seni dan tokoh budaya di Sulut melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program ini disebut sebagai langkah pionir yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia untuk kalangan pelaku seni dan budaya.
Diketahui, anggaran renovasi Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang tertata dalam APBD Provinsi Sulawesi Utara (melalui APBD Perubahan 2025) senilai Rp15 miliar.
Renovasi ini mencakup rehabilitasi gedung dan revitalisasi benda-benda bersejarah yang ada didalam museum yang sebelumnya tidak tersentuh perbaikan selama lebih dari 4 dekade. Proyek tersebut telah rampung pada akhir tahun 2025 lalu.
Kemudian acara di akhiri dengan pengguntingan pita serta peninjauan langsung ke dalam ruang koleksi museum oleh Menteri Fadli Zon bersama Gubernur Yulius Selvanus dan jajaran pejabat dilingkup Pemprov Sulut.
Acara peresmian gedung dan revitalisasi benda-benda bersejarah dihadiri sejumlah pejabat tingkat pusat, Bupati, Walikota atau yang mewakilinya, Sekertaris Provinsi Sulut Tahlis Galang dan jajaran pejabat Pemprov. Sulut, tokoh Agama, tokoh masyarakat, budayawan, sejarawan dan pekerja seni. (John-Sulut)