21 Mei 2026 | Dilihat: 84 Kali

Jalan Simpang Jelita Rusak Parah Hambat Mobilitas Ekonomi, Warga Harap Perhatian Pemda Tanjabtim  

Jalan Simpang Jelita Rusak Parah Hambat Mobilitas Ekonomi, Warga Harap Perhatian Pemda Tanjabtim  

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kondisi infrastruktur jalan perdesaan Desa Simpang Jelita, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kini memprihatinkan.

Sepanjang 400 meter jalur utama tersebut kini hancur dan berkubang, dengan empat titik kerusakan yang dinilai sangat parah sehingga sangat mengganggu kelancaran aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat. 

Jalan ini memegang peranan strategis dan vital, bukan hanya sebagai akses utama kawasan pertanian dan perkebunan, melainkan juga penghubung penting menuju Kecamatan Sadu, serta berbatasan langsung dengan Desa Simpang Datok.

Kerusakan yang terjadi saat ini dianggap telah mencapai batas kritis dan mendesak penanganan serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kepala Desa Simpang Jelita menyampaikan kondisi ini telah berlangsung cukup lama.

Berbagai upaya pemulihan telah dilakukan secara swadaya dan bergotong royong oleh warga, namun hasilnya belum mampu memberikan solusi jangka panjang.

Perbaikan yang selama ini dilakukan hanya berupa penimbunan menggunakan tanah, yang mana saat memasuki musim penghujan, jalan kembali amblas dan kerusakan berulang terjadi. 

“Selama ini warga sangat ikhlas bergotong royong memperbaiki sekuat tenaga dan kemampuan kami. Namun, perbaikan dengan bahan tanah tidak bertahan lama, begitu terkena hujan langsung amblas kembali.

Saat ini ada empat titik kerusakan parah yang benar-benar harus segera ditimbun menggunakan batu split agar dapat dilalui,” ungkap Kepala Desa Simpang Jelita Budi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (21/05/2026). 

Menyadari betapa pentingnya fungsi jalan ini bagi roda perekonomian warga, Pemerintah Desa telah berupaya berkomunikasi dengan pihak Alkal Kecamatan Sadu guna mencari jalan keluar. Permintaan utama saat ini adalah dukungan pengadaan batu split sebagai bahan perbaikan yang tepat guna mengisi bagian jalan yang rusak. 

“Untuk sementara waktu, agar dapat  dilalui dan aktivitas warga tidak lumpuh total, kami sangat berharap pihak Alkal Kecamatan Sadu dapat membantu menyediakan batu split yang kami butuhkan.

Komunikasi sudah kami lakukan, dan kami menaruh harapan besar agar dalam waktu dekat bantuan tersebut sampai ke lokasi, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya. 

Masyarakat dan pemerintah desa berharap perhatian peningkatan perbaikan jalan, mengingat jalan tersebut adalah urat nadi distribusi hasil bumi dan penghubung antarwilayah.

Penanganan yang tepat dinilai sangat diperlukan demi menjaga kenyamanan sekaligus menjamin keberlangsungan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut. (Jdk)