8 Juli 2026 | Dilihat: 80 Kali

Kemendikdasmen RI Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi Tanjabtim Tahun Ini, Target 80 Siswa Berprestasi

Kemendikdasmen RI Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi Tanjabtim Tahun Ini, Target 80 Siswa Berprestasi

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kesiapannya untuk mulai mengoperasikan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) pada tahun ajaran 2026/2027. 

Program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi instrumen strategis untuk menjawab tantangan pemerataan mutu pendidikan dan peningkatan daya saing global.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, Rabu (08/07/2026) merujuk arahan langsung dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti, ucap Kadis.

Sekolah Nasional Terintegrasi menyasar anak-anak yang memiliki kapasitas akademik tinggi serta prestasi unggul dari seluruh kelompok lingkup pendidikan. 

"Layanan pendidikan di SNT diberikan secara gratis dan bebas pungutan biaya. Berbeda dengan Sekolah Garuda yang berasrama, siswa SNT menggunakan sistem belajar pulang-pergi," jelas Syafaruddin.

Kurikulum yang diterapkan merupakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan kompetensi global dan pendekatan STEM: Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

Tahap Awal di Tanjabtim: 80 Siswa, Belajar di BKPSDMD eks Sekolah Rakyat dan pada tahap awal ajaran baru ini  akan menerima 80 siswa : 40 siswa Kelas 7 SMP dan 40 siswa Kelas 10 SMA, terangnya yang didampingi Sekdis Budi Kurniawan dan Kabid SMP Halidi.

Perekrutan dimulai minggu depan setelah Juknis dari pusat turun. Seleksi meliputi ujian berbasis komputer serta pemeriksaan fisik dan kesehatan. Kepala sekolah, korwil dan pengawas diminta segera mensosialisasikan ke orang tua pada satuan sekolah masing-masing dalam wilayah Tanjabtim.

Pembangunan gedung sekolah diatas lahan 21 Hektare  di KTM Geragai yang diperkirakan menelan anggaran APBN sebesar Rp 300 Miliar yang ditargetkan dibangun pada tahun ini juga. 

Sesuai standar SNT nasional, sekolah akan berdiri di lahan terpadu 20-30 hektare untuk menyediakan laboratorium dan pusat pembelajaran modern.

Fasilitas dirancang bertaraf internasional meliputi pusat kegiatan siswa, kolam renang, dan lapangan olahraga berstandar nasional.

Dengan hadirnya SNT, Tanjabtim menjadi salah satu kabupaten prioritas nasional dalam pemerataan pendidikan unggulan. 

"Ini kesempatan emas bagi anak-anak berprestasi Tanjabtim mengakses pendidikan terbaik tanpa biaya. Kita siapkan SDM unggul Tanjabtim untuk Indonesia Emas," tegas Syafaruddin. (Jdk)