Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi momentum refleksi bagi partai politik di Indonesia. Kesaktian Pancasila adalah fondasi yang menjaga demokrasi tetap hidup pasca rongrongan G30S/PKI 1965. Tanpa Pancasila yang sakti, tidak ada ruang bagi partai politik untuk tumbuh dan berjuang.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), H. Asnawi Abdul Rachman menuturkan sikap politik dan komitmen PAN, Pancasila adalah rumah besar perjuangan Partai Matahari, ungkapnya, Jum'at, 02/10/26.
Menurutnya, tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", selaras dengan khittah perjuangan PAN yang menjunjung amanat rakyat, keadaban politik, dan persatuan bangsa.
Bagi PAN, Pancasila bukan sekadar hafalan upacara. Pancasila adalah ideologi kerja, terangnya.
Ia menjelaskan, korelasi Pancasila dengan partai politik terletak pada konsistensi pengamalannya. Partai harus hadir sebagai perekat persatuan, menolak politik pecah belah, menjunjung tinggi musyawarah dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Lebih lanjut, Parpol yang menguasai 50 % di Parlemen DPRD Tanjabtim ini, lebih antusias menegaskan, bahwa jati diri PAN Tanjabtim di bawah kepemimpinannya, Partai Logo Matahari Hadir Selalu Terdepan di Tengah Rakyat.
PAN Tanjabtim tidak ingin menjadi partai yang hanya muncul menjelang pemilu. Kami ingin menjadi partai yang pertama hadir saat rakyat membutuhkan solusi, pertama turun saat petani dan nelayan menghadapi persoalan, pertama memberi jalan keluar saat pesisir Tanjabtim butuh terobosan ekonomi.
Itulah makna terdepan yang kami bangun. PAN bekerja dengan hati, bergerak dengan bukti dan berjuang dengan amanat. Partai Matahari harus menjadi penerang dan penggerak di tengah masyarakat, bukan sekadar pelengkap panggung politik, tandasnya.
Di tengah tantangan ideologi transnasional, politik hoaks, dan polarisasi digital, momentum 1 Oktober ini harus menjadi titik balik untuk mengembalikan politik pada jati dirinya yaitu politik yang bermoral, politik yang mempersatukan dan politik yang mengabdi.
Kami dijajaran fungsionaris serta simpatisan PAN Tanjabtim, bergandengan tangan berkomitmen menjaga Pancasila sebagai kompas perjuangan. Dengan Pancasila, PAN akan terus terdepan bersama rakyat, tegas H. Asnawi, konsisten. (Jdk)