Maluku Tengah | mapikornews.com – Sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku terus menghasilkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui berbagai usulan yang diperjuangkan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan ditindaklanjuti oleh BPJN Maluku melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pemerintah pusat mengalokasikan pembangunan jalan senilai sekitar Rp225,22 miliar untuk Kabupaten Maluku Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Maluku Tengah, Hasan Firdausi, mengatakan bahwa kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan BPJN Maluku menjadi strategi penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Dukungan BPJN Maluku dalam menindaklanjuti usulan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Melalui Program IJD, empat ruas jalan dengan nilai Rp54,96 miliar telah dan sedang dilaksanakan, meliputi Jalan Haria–Haria Gunung I (6,459 km; Rp12,33 miliar), Jalan Haria–Haria Gunung II (7,960 km; Rp20,97 miliar), Jalan Simpang Lintas Seram–Mulumed (4,330 km; Rp8,27 miliar), serta Jalan Simpang Lintas Seram–Wailoping (4,35 km; Rp13,39 miliar) yang masih berlangsung sebagai pekerjaan tahun jamak hingga Oktober 2026. Ruas-ruas tersebut mendukung kawasan perkebunan, pertanian, perikanan, dan distribusi hasil produksi masyarakat.
Selain itu, usulan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang juga akan berkontrak pada tahun 2026 melalui Program IJD mencapai Rp170,26 miliar, meliputi Ruas Simpang Lintas Seram–Sawai dan Masihulan–Olong sepanjang 9,43 km (Rp30,03 miliar), 13 ruas jalan di Pulau Banda Neira sepanjang 10,75 km (Rp96,72 miliar), Ruas Simpang Lintas Seram–KTM Jalur 1 dan 2 sepanjang 5,14 km (Rp19,72 miliar), serta Ruas Jerili–Layeni Jalur 10 dan Trana–Jerili sepanjang 2,74 km (Rp23,80 miliar).
Seluruh paket tersebut diarahkan untuk memperkuat akses menuju kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, sentra logistik, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Banda Neira, serta mendukung pengembangan pelabuhan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Maluku Tengah.
Keberhasilan menghadirkan investasi pembangunan jalan melalui APBN ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan BPJN Maluku mampu menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan infrastruktur daerah.
Di tengah keterbatasan fiskal, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (MoL)