1 Juni 2026 | Dilihat: 87 Kali

PAUD Investasi Strategis Fondasi Anak, Kabid Mawi Mengimbau Orangtua Tanjabtim Segera Daftarkan Anak Masuk PAUD 

PAUD Investasi Strategis Fondasi Anak, Kabid Mawi Mengimbau Orangtua Tanjabtim Segera Daftarkan Anak Masuk PAUD 

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kadis Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Syafaruddin S.IP melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Mawi, S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan lembaga PAUD sejatinya merupakan investasi jangka panjang yang strategis guna membangun fondasi karakter dan kecerdasan anak, dan sama sekali tidak dapat disamakan sekadar sebagai tempat penitipan atau pengasuhan anak sementara waktu. Pernyataan tersebut disampaikan Kabid, pada Senin, (01/06/2026).

Hingga saat ini, masih terdapat pemahaman yang keliru dan sempit di tengah sebagian masyarakat, yang memandang PAUD hanya sebagai alternatif tempat menitipkan anak ketika orang tua sibuk bekerja atau beraktivitas.

Pandangan yang menganggap lembaga ini sekadar tempat pengamanan anak dinilai perlu segera diperbaiki dan diluruskan, agar masyarakat menyadari betapa krusialnya peran jenjang pendidikan paling awal ini bagi masa depan generasi penerus. 

Sejalan dengan kebijakan nasional, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara berkelanjutan menegaskan kedudukan PAUD sebagai pilar utama pembentukan dasar kepribadian, kemampuan kognitif, keterampilan motorik, serta kecakapan sosial dan emosional anak sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan dasar. Kurikulum PAUD, baik pada jalur formal maupun non-formal, dirancang secara khusus berbasis kegiatan bermain yang bermakna, terarah, dan memiliki tujuan pendidikan yang jelas serta terukur.

Hal ini berbeda jauh dengan sekadar tempat bermain bebas tanpa arah pembelajaran atau pengembangan potensi. 

“Masyarakat harus menyadari sepenuhnya bahwa PAUD bukanlah tempat pelarian dari tanggung jawab pengasuhan, atau sekadar tempat menyerahkan anak agar terurus sementara waktu.

Justru di masa emas pertumbuhan inilah potensi anak harus dioptimalkan melalui stimulasi yang terstruktur, terukur, dan diberikan oleh para pendidik yang telah terlatih serta memahami tahapan perkembangan anak secara tepat,” tegas Mawi dalam keterangannya. 

Lebih jauh, transformasi layanan PAUD di Indonesia kini juga diperkuat dengan penerapan konsep PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).

Melalui pendekatan komprehensif ini, layanan yang diberikan tidak lagi hanya berfokus pada aspek kognitif atau kemampuan dasar semata, melainkan mengintegrasikan lima pilar layanan esensial menjadi satu kesatuan utuh.

Kelima pilar tersebut mencakup: pendidikan, kesehatan dan pemenuhan gizi, perlindungan anak, pengasuhan, serta pemenuhan kesejahteraan anak secara menyeluruh. 

Dengan cakupan layanan yang begitu luas dan mendalam tersebut, satuan PAUD berperan aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara utuh, fisik maupun mental. Lembaga ini pun turut andil dalam upaya pencegahan stunting serta memastikan seluruh hak-hak dasar anak terpenuhi dengan baik.

Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa tanggung jawab dan fungsi lembaga PAUD jauh lebih besar, lebih kompleks, dan lebih strategis jika dibandingkan dengan tempat penitipan anak konvensional yang umumnya hanya berfokus pada pemeliharaan dasar dan keamanan fisik semata. 

Menutup penjelasannya, Kabid PAUD dan Dikmas mengimbau seluruh orang tua untuk mulai mengubah paradigma berpikir dalam memandang peran dan fungsi PAUD.

Lembaga pendidikan ini hadir bukan untuk mengambil alih tanggung jawab utama orang tua dalam mendidik anak, melainkan bertindak sebagai mitra strategis keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

Sinergi yang kuat dan selaras antara pola asuh yang diterapkan di lingkungan rumah dengan stimulasi pendidikan yang didapatkan anak di PAUD, menjadi kunci utama dalam mencetak generasi emas yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. 

Mawi lebih lanjut menyampaikan, bahwa lulus atau tamat dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah syarat wajib atau mutlak agar anak bisa mendaftar dan masuk ke Sekolah Dasar (SD).

Meskipun demikian, ia tetap menghimbau dan mengajak seluruh orang Tanjabtim tahun ajaran 2026/2027 untuk mendaftarkan putra-putrinya ke lembaga PAUD yang terdekat di lingkungan masing-masing. 

Alasan pentingnya PAUD meskipun tidak menjadi syarat masuk SD, PAUD memiliki peran besar dalam mempersiapkan anak secara mental, sosial, dan kemampuan dasar sebelum memasuki pendidikan dasar.

Di sana anak belajar berinteraksi dengan orang lain, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta mengembangkan kemampuan berbahasa, berpikir, dan motorik secara menyenangkan, terang Mawi bermaksud mengajak anak masuk PAUD. (Jdk)