Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang berlangsung khidmat pada Selasa, 23 Juni 2026 di Gedung DPRD Komplek Perkantoran Bukit Benderang. Agenda utama sidang adalah penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Dalam pembahasan tersebut, sorotan tajam mengarah pada kinerja pelayanan publik, khususnya di RSUD Nurdin Hamzah. Isu mutu layanan rumah sakit daerah menjadi perhatian bersama legislatif dan eksekutif.
Fraksi Demokrasi Keadilan, Farhan Sirajuddin Yusuf, menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap RSUD NH. Menurutnya, kualitas pelayanan rumah sakit plat merah itu belum berjalan optimal.
Ia merinci sejumlah keluhan yang masih berulang dari masyarakat, keterbatasan stok obat, belum terpenuhinya kebutuhan dokter spesialis, minimnya peralatan medis penunjang, serta tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah.
“Kondisi serupa ini telah berlangsung selama lima tahun tanpa ada perbaikan yang berarti. Hal ini tidak hanya menurunkan mutu layanan yang diterima masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan rumah sakit itu sendiri,” tegas Farhan di ruang sidang.
Fraksi kemudian meminta penjelasan komprehensif dari eksekutif. “Oleh sebab itu, kami memohon penjelasan mengenai kendala yang dihadapi serta langkah-langkah nyata apa saja yang telah diupayakan untuk mengatasinya,” lanjutnya.
Menanggapi sorotan Fraksi DPRD, Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim, memberikan klarifikasi rinci pada Rabu, 24 Juni 2026.
Terkait obat, ia menegaskan ketersediaan saat ini dalam kondisi memadai dan layak pakai. “Hal ini telah diverifikasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Nasrul Diman, S.K.M, ketika melakukan pengecekan mendadak hari ini,” jelas Darwin.
Untuk tingginya angka rujukan, Darwin menyebut akar masalahnya ada pada keterbatasan tenaga medis spesialis.
Sampai saat ini, RSUD NH hanya memiliki empat dokter spesialis dasar, ( penyakit dalam, bedah, Obgyn dan anak jiwa, paru, jantung, rehab medik, radiologi, patologi klinik, anestesi, mata, saraf, THT, selebihnya kita tidak ada seperti spesialis urologi, spesialis bedah, saraf dan spesialis lainnya, “untuk menjamin keamanan serta kualitas penanganan, setiap kasus yang memerlukan keahlian khusus harus dirujuk ke rumah sakit lain yang lengkap fasilitasnya,” terang Darwin.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Nasrul Diman, membenarkan hasil sidak mendadak di RSUD NH. Ia memastikan persediaan obat aman untuk kebutuhan dua minggu ke depan dan telah memerintahkan manajemen rumah sakit menjaga stabilitas stok.
Mengenai kekurangan dokter spesialis dan alat medis, Nasrul mengakui, hal tersebut menjadi perhatian prioritas. “Terkait kekurangan tenaga spesialis dan peralatan medis, menjadi perhatian utama yang akan diprioritaskan guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, yang terus semakin meningkat, pungkasnya. (Jdk)