Jakarta | mapikornews.com — Pengacara senior Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H. resmi dipercaya memimpin Program Studi Sarjana Hukum Universitas Abdi Nusantara (UAN). Pengangkatan praktisi hukum tersebut diharapkan membawa warna baru dalam pengembangan pendidikan hukum yang memadukan kekuatan akademik dengan pengalaman praktik di lapangan.
Pitra Romadoni Nasution resmi diangkat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Hukum Universitas Abdi Nusantara berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Abdi Nusantara Nomor 09/SK/ADM-R/UNIV-AN/VIII/2026.
Surat keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026, dengan masa jabatan Pitra sebagai Kaprodi Sarjana Hukum terhitung mulai 11 Agustus 2026 hingga 10 Agustus 2031.
Pengangkatan tersebut menjadi amanah baru bagi Pitra untuk ikut memperkuat pengembangan pendidikan hukum di Universitas Abdi Nusantara, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana hukum diterapkan dalam kehidupan nyata.
Pengalaman Praktisi Dibawa ke Ruang Akademik
Sebagai praktisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia hukum dan advokasi, Pitra ingin pengalaman praktik hukum menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan mahasiswa Prodi Hukum Universitas Abdi Nusantara.
Menurutnya, perkembangan dunia hukum semakin dinamis. Karena itu, mahasiswa hukum perlu dibekali tidak hanya dengan pemahaman terhadap teori dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga kemampuan menganalisis perkara, membangun argumentasi hukum, memahami proses peradilan, menyusun dokumen hukum serta mengembangkan kemampuan berbicara dan berdebat secara akademis.
“Kampus bukan hanya tempat mempelajari hukum, tetapi tempat melahirkan generasi penegak hukum yang berilmu, berintegritas, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan,” ujar Pitra.
Ia menilai pendidikan hukum harus mampu menjembatani teori yang dipelajari mahasiswa di ruang kuliah dengan persoalan hukum yang berkembang di tengah masyarakat.
Ingin Prodi Hukum Dekat dengan Dunia Praktik
Di bawah kepemimpinannya, Pitra ingin mendorong Prodi Hukum Universitas Abdi Nusantara semakin dekat dengan dunia praktik.
Selain pembelajaran akademik, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman melalui kajian perkara aktual, diskusi hukum, seminar nasional, kuliah praktisi, simulasi persidangan, legal drafting, penelitian serta berbagai kegiatan akademik dan praktik lainnya.
Kolaborasi antara akademisi dan praktisi juga dinilai penting. Kehadiran praktisi dalam lingkungan pendidikan dapat memberikan perspektif langsung mengenai tantangan yang kelak dihadapi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Pitra berharap pola pendidikan tersebut dapat membangun kepercayaan diri mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki berbagai bidang profesi hukum.
“Mahasiswa hukum harus berani berpikir, berani berargumentasi dan berani mempertanggungjawabkan pendapatnya berdasarkan ilmu dan hukum. Kita ingin mereka lulus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kemampuan,” katanya.
Siapkan Generasi Baru Penegak Hukum
Menurut Pitra, tantangan penegakan hukum Indonesia ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai pengetahuan, karakter dan integritas.
Karena itu, pendidikan hukum harus turut membangun karakter mahasiswa sejak berada di bangku kuliah.
Mahasiswa juga perlu mengikuti perkembangan regulasi, transformasi digital, perubahan sistem peradilan serta berbagai persoalan hukum kontemporer. Dengan demikian, lulusan memiliki kemampuan beradaptasi ketika memasuki dunia profesional.
Lulusan Sarjana Hukum sendiri memiliki peluang karier yang luas, mulai dari dunia advokat dan profesi hukum, pemerintahan, perusahaan dan bidang legal, lembaga negara, akademik hingga berbagai sektor lain yang membutuhkan kompetensi hukum.
UAN Buka Ruang bagi Generasi Muda Belajar Hukum
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Pitra mengajak generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap hukum untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan di bidang hukum.
Menurutnya, menjadi mahasiswa hukum bukan semata-mata memilih sebuah program studi, melainkan mempersiapkan diri untuk memahami hak, kewajiban, keadilan dan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
“Saya mengajak generasi muda yang mempunyai cita-cita di dunia hukum untuk bergabung dan belajar bersama di Universitas Abdi Nusantara. Mari kita bangun kemampuan sejak dari kampus. Siapa pun bisa memiliki cita-cita untuk besar, tetapi cita-cita itu harus dipersiapkan dengan ilmu, kerja keras dan integritas,” tutur Pitra.
Ia berharap Program Studi Sarjana Hukum Universitas Abdi Nusantara ke depan dapat berkembang menjadi salah satu ruang pendidikan yang mampu mempertemukan ilmu hukum, pengalaman praktisi dan pembentukan karakter mahasiswa.
Dengan semangat tersebut, Universitas Abdi Nusantara ingin mempersiapkan mahasiswa bukan sekadar untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum (S.H.), melainkan menjadi generasi yang siap berkarya dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan hukum Indonesia.
“Datang untuk belajar hukum, tumbuh menjadi insan hukum, dan pulang membawa kemampuan untuk memperjuangkan keadilan,” pungkas Pitra. (Redaksi)