Kasus Air Got Memuncak September 2026
Jakarta | mapikornews.com — Januari 2023 - Awal Petaka. Kontrak Aetra dan Palyja habis. Aset air Jakarta harusnya 100% kembali ke PAM Jaya, kembali ke rakyat. Nyatanya tidak. Aset itu justru diserahkan ke satu perusahaan: PT Moya Indonesia. Senin 5 Oktober 2026.
Sejak saat itu Moya memonopoli proyek pipa Rp 23 triliun. Tanpa tender transparan. Subkontraktornya China Railway Construction.
2024-2025 - Warga Minum Air Got.
Dampak monopoli mulai terasa di kran warga. Warga Kapuk Muara, Kamal Muara, PIK, dan Penjaringan melapor: air kran bau comberan, keruh, ada cacing. Warga gatal-gatal dan muntaber.
Pipa baru tidak di-flushing, diduga tercampur saluran limbah. Jakarta Barometer menyebutnya tegas: _"Skandal air got - PAM jual air limbah sebagai air bersih."_
Warga dipaksa beli air tangki Rp 80 ribu per kubik, padahal tarif PAM cuma Rp 7 ribu. Pengaduan ditampung, tapi tidak pernah selesai.
9 JULI 2026 - Tragedi Gorong-Gorong Maut Cipayung.
Ini puncak kebobrokan K3. Di Jalan Mabes Hankam Cipayung, tiga pekerja turun ke gorong-gorong sedalam 7 meter untuk membersihkan saluran dan menguras air bor. Tanpa APD, tanpa alat bantu oksigen.
Pekerja pertama lemas kena gas beracun. Pekerja kedua turun menolong, ikut tewas. Pekerja ketiga menyusul, mati juga.
Korban: S (WNI), A (WNI), dan LAW (WNA China). Evakuasi dramatis oleh Gulkarmat dengan tabung oksigen. Polsek Cipayung menyimpulkan: kehabisan oksigen di kedalaman 4-5 meter. Kompensasi diteken, pertanggungjawaban pidana belum tuntas.
15-18 SEPTEMBER 2026 - Air Got Meledak, PAM Akhirnya Ngaku.
PAM Jaya mengumumkan gangguan massal dan menghentikan IPA Hutan Kota.
Alasan resmi Direktur Teknik Akhmad Santika: TDS air baku Kali Angke naik hingga 10.000 ppm, padahal batas aman Permenkes No. 2 Tahun 2023 hanya 300 ppm. Artinya, air baku sudah menjadi air limbah pekat.
Dampaknya: 44.872 pelanggan di 10 kelurahan mati air. Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, Kamal, Pluit, dan Muara Karang. Warga mengangkut ember dari mobil tangki gratis.
Solusi PAM? Kompensasi Rp 10.000 sampai Rp 50.000 berdasarkan SK Direksi No. 264 Tahun 2026. Total hanya Rp 555 juta. Air got dihargai Rp 10 ribu.
SEPTEMBER 2026 HINGGA HARI INI - Dirut Kebal Hukum.
Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin masih bercokol. LHKPN mencatat hartanya: 2022 Rp 32,7 miliar, 2023 Rp 33,2 miliar, 2024 Rp 35,49 miliar. Koleksi Jeep Rubicon dan BMW.
Padahal namanya tersangkut kasus lama: bansos covid DKI 2020 senilai Rp 2,85 triliun saat dia masih Dirut Pasar Jaya. Dana total Rp 3,65 triliun disalurkan lewat vendor tak jelas, perusahaan servis AC dan SPBU ikut main, selisih Rp 150 miliar hilang. Rumor SP3 hantu beredar untuk menyelamatkannya.
LSM FORMASI, Jakarta Barometer, dan CBA mendesak Kejati DKI dan KPK memeriksa Arief Nasrudin. Gubernur Pramono Anung bungkam.
DUGAAN MAPIKOR:
Ini bukan rangkaian kebetulan. Ini rantai kejahatan.
Monopoli Moya Januari 2023 → Pipa asal pasang → Warga minum air got 2024-2025 → Pekerja mati tanpa APD 9 Juli 2026 → Krisis air got massal September 2026.
Di Cipayung pekerja mati karena gas. Di Kapuk warga mati pelan-pelan karena minum got.
Hingga berita ini diturunkan, Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin yang dihubungi untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi guna keseimbangan pemberitaan, tidak menggubris.mapikornews.com membuka kesempatan seluas-luasnya untuk Klarifikasi atau Hak Jawab bagi Arif Nasrudin. (Tim Redaksi)