Malteng | mapikornews.com – Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 bukan sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Masohi ke-69. Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kota Masohi, Minggu 01.11.2026, juga menjadi momentum strategis untuk mendorong Maluku Tengah menjadi tuan rumah kejuaraan karate tingkat nasional pada masa mendatang.
Dengan melibatkan 30 kontingen dari 11 Kabupaten/Kota dan total 663 atlet, turnamen ini menunjukkan besarnya antusiasme terhadap perkembangan olahraga karate di Provinsi Maluku. Bahkan, atmosfer pertandingan yang tercipta dinilai telah mencerminkan karakter kompetisi berskala nasional.
Ketua Harian Federasi Olahraga Karate - Do Indonesia (FORKI) Provinsi Maluku, Yopie Angwarmase, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta, kualitas kompetisi, dan semangat para atlet menjadi indikator positif bagi perkembangan karate di Maluku Tengah.
“Ini pertandingan skala nasional,” tegas Angwarmase saat menyampaikan pandangannya terhadap pelaksanaan Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026.
FORKI MALUKU SIAP DORONG MALTENG JADI TUAN RUMAH KEJUARAAN NASIONAL
Angwarmase mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen dengan partisipasi besar seperti ini merupakan modal penting bagi Maluku Tengah untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Ia menyatakan kesiapannya membantu mengomunikasikan dan melobi Pengurus Besar (PB) FORKI agar Kabupaten Maluku Tengah memperoleh peluang menjadi tuan rumah kejuaraan karate tingkat nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan berskala besar tidak hanya membutuhkan jumlah peserta yang banyak, tetapi juga kesiapan panitia, kualitas pertandingan, fasilitas pendukung, serta komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga.
Karena itu, Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 diharapkan menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sekaligus memperkuat pembinaan atlet karate di daerah.
Namun, Angwarmase menegaskan bahwa karate tidak semata - mata berbicara tentang kemenangan, medali, atau gelar juara. Lebih dari itu, olahraga bela diri ini mengandung nilai pendidikan karakter yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi Karatedo mengajarkan kedisiplinan, pengendalian diri, penghormatan terhadap sesama, serta semangat persaudaraan. Nilai - nilai bushido, seperti kehormatan, keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab, juga harus tercermin dalam perilaku setiap karateka, baik ketika berada di arena pertandingan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, kemampuan seorang karateka tidak hanya diukur dari keberhasilannya mengalahkan lawan, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan diri dan menghormati orang lain.
Sebab, medali dan gelar juara dapat berganti pemilik, tetapi persaudaraan harus tetap terpelihara.
BUPATI MALUKU TENGAH ZULKARNAIN AWAT AMIR RESMI BUKA TURNAMEN
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, secara resmi membuka Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada FORKI, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kejuaraan tersebut.
Bupati memilih menyampaikan sambutan secara singkat agar para atlet dapat segera memasuki arena pertandingan. Sebelum membuka kegiatan, ia terlebih dahulu menanyakan kesiapan seluruh kontingen.
Setelah memperoleh jawaban bahwa seluruh peserta telah siap, Bupati kemudian membuka turnamen dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seraya memohon rida Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa.
Bupati menegaskan bahwa rangkaian kegiatan olahraga dalam menyongsong HUT Kota Masohi ke-69 harus menjadi ruang untuk memperkuat persahabatan, persaudaraan, dan sportivitas di antara para atlet.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung organisasi olahraga dalam melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Pemerintah daerah juga menyambut positif gagasan menjadikan Maluku Tengah sebagai tuan rumah kejuaraan karate tingkat nasional.
Selain mendorong peningkatan prestasi olahraga, penyelenggaraan kompetisi berskala besar diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas perdagangan, keterlibatan pelaku UMKM, serta perputaran uang selama kegiatan berlangsung.
30 KONTINGEN, 663 ATLET, DAN 884 ENTRI PERTANDINGAN
Ketua Panitia Pelaksana, Max Dopeng, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen tahun ini diikuti 30 kontingen dari 11 kabupaten/kota dengan jumlah keseluruhan 663 atlet.
Dari data kepesertaan yang dilaporkan panitia, tercatat 538 entri pada kategori open prestasi dan 346 entri pada kategori festival. Dengan demikian, total keseluruhan mencapai 884 entri pertandingan.
Tingginya partisipasi tersebut memperlihatkan antusiasme yang besar terhadap perkembangan olahraga karate di Maluku Tengah.
Kejuaraan ini juga menghadirkan atlet-atlet berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah Adelia Tuasikal, atlet asal Maluku Tengah yang disebut sebagai juara dunia di Manila.
Kehadiran atlet berprestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi karateka muda untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan disiplin, pembinaan berkelanjutan, dan partisipasi dalam kompetisi.
Panitia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga berkembang menjadi wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial yang mampu bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.
FORKI MALTENG: TURNAMEN HARUS BERDAMPAK PADA PRESTASI DAN EKONOMI
Ketua FORKI Kabupaten Maluku Tengah, Hidayat Samalehu, S.Pi., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 memiliki dua tujuan utama.
Pertama, memeriahkan HUT Kota Masohi ke-69. Kedua, mendorong kemajuan olahraga karate melalui pembinaan atlet dan peningkatan kualitas kompetisi di Maluku Tengah.
Menurut Hidayat, turnamen tersebut juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping dari berbagai kabupaten/kota berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor perdagangan hingga berbagai usaha jasa yang mendukung kebutuhan peserta selama kejuaraan berlangsung.
Hidayat turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, para sponsor, termasuk Pertamina dan BPJS, serta seluruh panitia dan perangkat daerah yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus diperkuat agar pembinaan karate di Maluku Tengah berjalan secara berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi.
KETUA FORKI KOTA AMBON TEKANKAN SPORTIVITAS DAN KEADILAN
Apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen juga disampaikan Ketua FORKI Kota Ambon, Agus Ririmase.
Ia menilai Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 merupakan kejuaraan daerah yang dikemas dengan skala dan atmosfer kompetisi nasional.
Ririmase secara khusus memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Bupati beserta jajaran, serta FORKI Kabupaten Maluku Tengah atas dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati, menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan kegiatan olahraga berskala besar.
Ia berharap turnamen ini menjadi kesempatan bagi setiap atlet untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan, dan teknik terbaik yang diperoleh melalui latihan serta proses pembinaan di perguruan masing-masing.
Lebih jauh, kejuaraan tersebut juga diharapkan menjadi ruang penjaringan atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk mewakili daerah masing-masing dalam Pekan Olahraga Maluku (POPMAL).
Ririmase menekankan bahwa penilaian terhadap atlet harus dilakukan secara objektif dengan mengedepankan kemampuan, perjuangan, dan hasil pertandingan.
Menurutnya, prestasi seorang atlet tidak boleh dinilai berdasarkan asal perguruan atau daerahnya semata. Atlet dari Kota Ambon maupun kabupaten/kota lainnya harus memperoleh penghargaan yang layak apabila mampu menunjukkan kemampuan terbaik di arena pertandingan.
Semangat sportivitas tersebut dinilai penting untuk membangun iklim kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat persaudaraan antaratlet karate di Provinsi Maluku.
Dalam kesempatan yang sama, Ririmase turut mengapresiasi penampilan exhibition yang melibatkan Danrem dan Kapolres. Menurutnya, penampilan tersebut menjadi salah satu bagian menarik yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen tersebut.
KONI MALTENG DORONG PEMBINAAN OLAHRAGA BERKELANJUTAN
Sementara itu, sambutan Ketua KONI Kabupaten Maluku Tengah yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tengah, Sukry, menekankan pentingnya pembinaan olahraga secara berkelanjutan.
Setiap cabang olahraga yang memiliki potensi dan mampu menunjukkan prestasi perlu mendapatkan perhatian serta dukungan agar dapat berkembang dan melahirkan atlet yang berdaya saing.
Pembinaan yang konsisten dinilai menjadi kunci untuk menciptakan atlet berkualitas yang tidak hanya mampu berprestasi pada tingkat daerah, tetapi juga berpeluang bersaing dalam kompetisi nasional.
Para atlet juga diingatkan agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menunjukkan kemampuan terbaik, serta menjadikan kejuaraan sebagai sarana mengevaluasi hasil latihan dan mempererat persaudaraan.
Dengan demikian, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih medali terbanyak, tetapi juga oleh kualitas kompetisi dan dampaknya terhadap perkembangan olahraga.
PENYELENGGARA TANTANG PANITIA PERLUAS PESERTA TAHUN DEPAN
Penanggung jawab kegiatan, Ricky Risamena, berharap Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta pada penyelenggaraan berikutnya.
Ia bahkan menantang panitia agar pada tahun mendatang mampu menghadirkan perwakilan dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur.
Harapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, memperkuat koordinasi antardaerah, serta menyiapkan fasilitas yang memadai.
Jika dilakukan secara konsisten, turnamen ini berpotensi berkembang menjadi salah satu agenda olahraga karate yang diperhitungkan di kawasan Indonesia Timur.
MOMENTUM MENUJU KEJUARAAN KARATE TINGKAT NASIONAL
Karate Open Tournament Bupati Maluku Tengah Cup 2026 telah memperlihatkan besarnya potensi olahraga karate di Maluku Tengah. Partisipasi 30 kontingen, 663 atlet, dan 884 entri pertandingan menjadi modal penting untuk mendorong penyelenggaraan kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.
Namun, ambisi menjadikan Maluku Tengah sebagai tuan rumah kejuaraan tingkat nasional membutuhkan persiapan yang matang. Pembinaan atlet harus berjalan secara berkesinambungan, kualitas penyelenggaraan perlu ditingkatkan, fasilitas pertandingan harus dipersiapkan, dan dukungan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.
Kejuaraan ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan dalam rangka HUT Kota Masohi. Turnamen tersebut harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun prestasi olahraga, memperkuat persaudaraan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat dan antusiasme yang tercipta di GOR Kota Masohi tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.
Dengan komitmen bersama, Maluku Tengah memiliki peluang untuk terus mengembangkan olahraga karate sekaligus mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kejuaraan yang mampu menarik perhatian dunia olahraga nasional. (MO-AH)