"ADA APA ?" Kasus Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Pengadaan Alat Kesehatan MANDEK
Diharapkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Solok Tidak "MANDUL" Segera Panggil Kadis Kesehatan Zulhendri dan Mantan Direktur Rumah Sakit dr.Indra Yones.
Kabupaten Solok || mapikornews.com
Kasus dugaan korupsi miliaran rupiah pengadaan Alat Kesehatan X Ray untuk rumah sakit' umum daerah RSUD Arosuka kabupaten Solok mandek alias jalan ditempat, oleh sebab itu diharapkan Kejaksaan negeri kabupaten Solok segera tuntaskan kasus yang sudah lama terkatung katung ini.

Berawal dari laporan masyarakat masyarakat terkait dengan rusaknya alat x Ray milik RSUD Arosuka Solok, alat yang baru saja diadain ternyata tidak bisa digunakan karena rusak dan diketahui alat tersebut Merk GE Healthcare, alat kesehatan tersebut baru bisa digunakan beberapa bulan kemudian setelah diperbaiki.
Perbedaan harga kedua alat tersebut mencapai 6 miliar rupiah lebih, selisih kelebihan uang belanja alat kesehatan tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang diterima diambil ke Distributor di Bangdung, oleh pihak dinas kesehatan dan rumah sakit.
Kasus dugaan Korupsi Pengadaan alat kesehatan pesawat X-Ray untuk RSUD Arosuka Solok sebenarnya sudah sangat jelas bukti buktinya seperti yang sudah dipaparkan dalam publikasi media mapikornews.com sebelumnya, satu bukti sangat jelas ialah bahwa pesawat X-Ray yang digunakan di RSUD Solok sekarang merek GE HEALTHCARE sementara jelas jika mengacu rencana anggaran belanja (RAB) yang telah dicairkan merek produk yang harus digunakan ialah Phillips.

Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan ini juga sudah pernah redaksi meminta klarifikasi Jon Firman Pandu Bupati Solok, di hotel Grand Sahid Jakarta, menurut Jon bahwa dia Bupati tidak sama sekali terlibat, "kasus ini kalaupun benar pada waktu itu saya belum menjadi Bupati dan saya tidak terlibat sama sekali" tandas Jon Firman Pandu.
Jon Firman Pandu berjanji akan meminta kepala dinas kesehatan kabupaten Solok Zulhendri untuk memberikan klarifikasi kepada Mapikor, tapi kenyataannya sampai saat ini hal tersebut tidak pernah terjadi.

Masyarakat kabupaten Solok berharap Kejaksaan Negeri kabupaten Solok segera bertindak tegas, tuntaskan kasus yang sudah lama bergulir tapi tidak pernah tuntas, pelaku tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara harus diberantas.
Tim