10 Juli 2026 | Dilihat: 161 Kali

Atasi Ketimpangan Pendidikan, Bupati M.Syukur Akan Merotasi Guru Yang Menumpuk Di Kota Ke Daerah Terpencil

Atasi Ketimpangan Pendidikan, Bupati M.Syukur Akan Merotasi Guru Yang Menumpuk Di Kota Ke Daerah Terpencil

Bangko-Jambi | mapikornews.com — Menyikapi fenomena ketimpangan distribusi tenaga pendidik yang  terjadi di Kabupaten Merangin saat ini, di mana sejumlah sekolah di pusat kota mengalami kelebihan guru sementara sekolah di daerah terpencil kekurangan tenaga pengajar, Bupati M. Syukur menegaskan komitmennya untuk melakukan pemerataan guru secara menyeluruh.

Pernyataan ini disampaikan Bupati M. Syukur  pada Subuh Keliling ( Subling ) Pemkab Merangin  di Masjid Baitussalam Pematang Kandis Bangko, Jumat ( 10/7 ). Bupati M. Syukur menekankan bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh seluruh siswa, terlepas dari lokasi geografis mereka,Secara terbuka Bupati membeberkan tantangan pelik mengenai sebaran tenaga pendidik yang tidak merata di Kabupaten Merangin.

Bupati mengungkapkan, saat ini terjadi penumpukan guru di wilayah pusat kota, sementara sekolah-sekolah di wilayah pelosok atau pinggiran Merangin mengalami krisis guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Persoalan kita hari ini, banyak guru-guru kita yang enggan ditempatkan jauh dari pusat kota. Ketika dipindahkan ke pelosok, muncul protes. Padahal saat disumpah menjadi pegawai negeri, mereka telah berjanji siap ditempatkan di mana saja," tegas Bupati M. Syukur di hadapan jemaah Subling  Masjid Baitussalam.

Bupati mencontohkan wilayah seperti Jangkat dan Tabir Timur yang minim keterisian guru PNS definitif serta kepala sekolah definitif. 

Kondisi ini memaksa pemerintah daerah mengambil tindakan tegas melalui pemerataan sebaran guru sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat, tanpa kompromi terhadap tekanan dari pihak manapun.

Selain persoalan guru, ketegasan juga diberlakukan pada jabatan kepala sekolah. Sesuai aturan, kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa bakti dua periode wajib dirotasi atau dimutasi demi penyegaran organisasi dan mencegah stagnasi kepemimpinan sekolah.

Bupati M. Syukur juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia pendidikan untuk mendukung program pemerataan guru ini. Menurutnya, pemerataan guru bukan sekadar administrasi kepegawaian, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang merata di seluruh wilayah kabupaten Merangin. (Dam)