18 April 2026 | Dilihat: 68 Kali

BUPATI IKRAM UMASUGI AUDENSI DENGAN BWS MALUKU TERKAIT PEMBANGUNAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN BURU

BUPATI IKRAM UMASUGI AUDENSI DENGAN BWS MALUKU TERKAIT PEMBANGUNAN SUMBER DAYA AIR KABUPATEN BURU

Pulau Buru-Maluku | mapikornews.com — Pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) merupakan langkah strategis utama Pemda Kabupaten Buru dalam menangani banjir secara struktural, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Permasalahan air terutama irigasi menjadi perhatian Pemda, agar kebutuhan air oleh petani dapat terpenuhi .

Terkait hal tersebut, Bupati Kabupaten Buru Ikram Umasugi S.E yang didampingi Sekda Asiz Tomia, Kadis PU, Kepala BAPPEDA, dan Kepala Keuangan, melakukan audiensi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku di Ambon. Jumat 17/04/2026.

Dalam Audens tersebut, dibahas rencana pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai langkah strategis untuk menyinergikan program pusat dan daerah dalam peningkatan layanan, ketahanan air, serta pengendalian banjir dan bencana.

Selain itu pembahasan juga mencakup penanganan sungai dan rencana pembangunan bronjong di sungai Way Duna, pengembangan irigasi air tanah di Way Pure, Way Bini, dan Parbulu .

Kemudian pembangunan talud penahan ombak di kawasan pantai utara menuju Air Buaya serta progres Bendungan Way Apu untuk percepatan penyelesaian .

Bupati Ikram Umasugi, S.E berharap, melalui audiensi ini akan terwujud langkah konkret pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buru.

"Kita telah melakukan pertemuan dengan Balai Sungai Provinsi Maluku membahas berbagai hal yang terkait pengairan di Kabupaten Buru dan kita telah mendapat dukungan dari BWS Provinsi Maluku, " ungkap Bupati .

Sementara itu Kepala Balai Sungai Prov Maluku Dr. Fery Moun Hepy, S.T.,M.Tech mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang telah menjadi pembahasan dengan Pemda Kabupaten Buru salah satunya yang terkait dengan irigasi air tanah .

"Tim kami akan turun ke lapangan untuk memastikan lokasi lokasinya, sehingga penanganan banjir dan lainnya dapat dilakukan, " pungkasnya. (NB)