Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan segera dilaksanakan, Senin 20/04), Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memberikan dukungan penuh dan semangat bagi seluruh peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin didampingi Sekdis Budi Kurniawan dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid SD), Mario, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh anak didik kelas VI yang akan mengikuti Test Kemampuan Akademik TKA berbasis komputer tahun 2026, yang dijadwalkan dari hari Senin 20-30 April ini, dalam keterangan pers Kesejumlah awak media, di kantor Diknas Tanjabtim, Jalan Diponegoro, Komplek Perkantoran-Bukit Benderang, Jum'at, 17/04/26.
Kadis beserta jajarannya mengajak dan meminta kepada anak-anak peserta didik kelas VI semua, menyambut pelaksanaan TKA ini dengan hati yang riang gembira. Tidak perlu merasa cemas, tegang, atau takut berlebihan.
Jalani saja prosesnya dengan tenang dan percaya diri," kata Kadis menghimbau lebih lanjut, mereka menekankan pentingnya integritas dalam mengerjakan setiap soal. Selain kemampuan akademik, karakter kejujuran menjadi nilai utama yang diharapkan tertanam dalam diri setiap peserta.
"Kerjakan dan jawablah soal-soal yang diberikan dengan penuh kejujuran, sesuai dengan kemampuan dan ilmu yang telah dimiliki selama ini. Hasil terbaik akan didapat dari usaha sendiri dan kejujuran hati,", Diharapkan dengan pesan ini, para peserta dapat tampil maksimal, fokus, dan membawa hasil yang membanggakan bagi diri sendiri, orang tua, serta sekolah. Semangat para pejuang TKA, kalian pasti bisa!
Berikut Kabid SD Mario, memaparkan peserta TKA SD 2026 sejumlah 3.528, dinyatakan bahwa peserta kompetensi adalah fokus kepada Literasi dan Numerasi, pada dua mata pelajaran (mapel) utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Total peserta yang akan mengikuti asesmen ini mencapai 3.528 siswa dari seluruh satuan pendidikan dalam lingkup Tanjabtim, ungkapnya. Secara substansi,
Mario menegaskan, bahwa TKA dirancang bukan untuk menguji daya ingat semata, melainkan untuk mengukur kemampuan dasar belajar yang mencakup literasi dan numerasi, pemahaman konsep, serta kemampuan penalaran logis.
"Tes ini bertujuan mengukur kemampuan dasar belajar, literasi dan numerasi, pemahaman konsep serta penalaran. Jadi bukan sekadar menghafal materi, melainkan melihat sejauh mana anak mampu memahami dan menerapkan ilmunya," jelas Mario.
Demikian juga, Sekdis Budi Kurniawan menambahkan, TKA SD ini merupakan instrumen yang dirancang langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai asesmen terstandar. Tujuannya adalah untuk memetakan capaian akademik siswa serta kesiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu SMP/MTs.
Penting untuk diketahui masyarakat luas, bahwa pelaksanaan TKA ini bukanlah penentuan nilai kelulusan. "TKA ini bertujuan memetakan capaian akademik dan persiapan ke jenjang SMP. Jadi perlu dipahami bersama, TKA bukan penentuan nilai kelulusan," tegas Sekdis.
Dengan pemahaman ini, diharapkan para anak-anak kami dapat mengikuti tes dengan lebih tenang, percaya diri, dan fokus menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa beban psikologis yang berlebihan.
"Kami minta kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru pengawas, agar memastikan teknis pelaksanaan berjalan lancar. Fasilitas jaringan, perangkat komputer, serta kenyamanan ruang uji harus dipersiapkan sebaik mungkin," sambung Sekdis.
Lebih lanjut, jajaran Diknas meminta agar sekolah memberikan pembekalan yang tepat kepada siswa, tidak hanya terkait materi, tetapi juga pemahaman bahwa tes ini bertujuan mengukur literasi dan penalaran, bukan sekadar hafalan.
"Pastikan anak-anak memahami cara kerja sistem dan menjawab soal sesuai kemampuan sendiri. Tanamkan integritas dan kejujuran sejak awal, sehingga hasil yang didapat benar-benar mencerminkan potensi sebenarnya," tegas Budi.
Kepada orang tua dan wali murid, Sekdis memohon dukungan dan kerjasama yang harmonis. Peran keluarga sangat vital dalam membangun mental dan semangat anak-anak saat menghadapi ujian.
"Kami berpesan kepada Ayah dan Ibu sekalian, dampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang. Ciptakan suasana rumah yang tenang, riang, dan mendukung. Jangan menekan atau membuat anak merasa takut dan tegang," ajaknya.
Orang tua diimbau untuk selalu mengingatkan anak agar istirahat cukup, makan teratur, dan datang ke lokasi ujian dengan tepat waktu. "Yakinkan mereka bahwa usaha dan kejujuran adalah hal terpenting. Dukungan doa dan semangat dari orang tua adalah energi terbesar bagi anak-anak kita untuk tampil maksimal," tandas Sekdis memotivasi semua pihak. (Jdk)