Malteng | mapikornews.com — Camat Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, Ronald Wonmaly, S.STP., M.AP., menegaskan bahwa jabatan Kepala Pemerintahan Negeri atau Raja bukanlah jabatan politik, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan ketentuan adat dan peraturan perundang - undangan.
Penegasan tersebut disampaikan Ronald Wonmaly dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Waru, Eliezer Istia, S.H., M.M., kepada Kepala Pemerintahan Negeri Waru, Katrina Takaksoru. Acara berlangsung di Kantor Negeri Waru, Kecamatan TNS, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek TNS, Raja' Negeri Layeni,Raja Negeri Lesluru, Ketua Majelis Jemaat GPM Waru bersama perangkat majelis jemaat, Ketua dan anggota Saniri Negeri Waru, para pendeta dari gereja - gereja saudara di wilayah TNS, para undangan, serta masyarakat Negeri Waru.
Dalam sambutannya, Wonmaly menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan Kepala Pemerintahan Negeri memiliki mekanisme tersendiri yang harus dilalui sesuai ketentuan adat dan aturan yang berlaku. Karena itu, jabatan tersebut tidak boleh dipandang semata - mata sebagai posisi kekuasaan, tetapi sebagai tanggung jawab besar untuk melayani seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan Katrina Takaksoru agar menjalankan tugas pemerintahan dengan mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan pelayanan yang adil tanpa membeda - bedakan warga berdasarkan latar belakang maupun kepentingan tertentu.
“Jabatan ini adalah amanah. Karena itu, gunakanlah jabatan ini untuk merangkul dan melayani seluruh masyarakat Negeri Waru tanpa membeda - bedakan,” tegas Wonmaly dalam sambutannya.
Menurutnya, seorang Raja harus mampu menjadi pemersatu masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur negeri, termasuk Saniri Negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda.
PENGELOLAAN DD DAN ADD HARUS SESUAI KETENTUAN
Selain menekankan pentingnya kepemimpinan yang merangkul seluruh masyarakat, Camat TNS juga mengingatkan Kepala Pemerintahan Negeri Waru agar mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
Wonmaly meminta agar setiap penggunaan anggaran dilaksanakan berdasarkan program yang telah ditetapkan, mengikuti mekanisme yang benar, serta mematuhi ketentuan peraturan perundang - undangan.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan negeri yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Oleh sebab itu, perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pertanggungjawaban anggaran harus menjadi perhatian serius pemerintah negeri.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah negeri harus dijaga melalui tata kelola pemerintahan yang baik, penggunaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pelaksanaan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
RAJA DIMINTA WASPADAI KEBAKARAN DI MUSIM KEMARAU
Dalam kesempatan yang sama, Wonmaly juga mengimbau seluruh Raja di Kecamatan TNS untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Ia meminta para kepala pemerintahan negeri agar aktif memantau aktivitas masyarakat, khususnya yang berpotensi memicu kebakaran lahan maupun lingkungan permukiman.
Menurutnya, langkah pencegahan dan pelaporan sejak dini sangat penting untuk menghindari meluasnya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Wonmaly mengarahkan agar setiap warga yang menemukan titik api segera melaporkannya ke posko penanggulangan kebakaran yang telah disiapkan oleh Kapolsek TNS. Posko tersebut berada di sekitar Kantor Polsek TNS.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah negeri, aparat kepolisian, dan masyarakat dapat berjalan dengan baik sehingga setiap potensi kebakaran bisa segera ditangani.
AJAK MASYARAKAT BERSATU MEMBANGUN NEGERI WARU
Menutup sambutannya, Camat TNS mengajak seluruh masyarakat Negeri Waru untuk mendukung kepemimpinan Katrina Takaksoru dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan negeri.
Wonmaly menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kepala pemerintahan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif, dukungan, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Perbedaan pandangan, menurut pesan yang disampaikan dalam sambutannya, hendaknya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja bersama demi kemajuan negeri.
Serah terima jabatan tersebut pun menjadi momentum bagi Pemerintah Negeri Waru untuk memperkuat pelayanan publik, menjaga persatuan masyarakat, meningkatkan tata kelola keuangan negeri, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga.
Dengan dukungan masyarakat dan kerja sama seluruh unsur pemerintahan negeri, kepemimpinan Katrina Takaksoru diharapkan dapat menjalankan amanah secara bertanggung jawab serta membawa Negeri Waru menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Mapikornews.com — Mengawal Amanah, Mengawasi Kebijakan, dan Menyuarakan Kepentingan Rakyat. (MO-AH)