Malteng | mapikornews.com — Katrina Takaksoru resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Pemerintah Negeri Waru, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, setelah dilaksanakannya acara serah terima jabatan dari Penjabat Kepala Pemerintah Negeri Waru sebelumnya, Eliezer Istia, S.H., M.M.
Acara serah terima jabatan berlangsung di Kantor Pemerintah Negeri Waru dan dihadiri Camat TNS, Kapolsek TNS, Raja Negeri Layeni, Raja Negeri Lesluru, Ketua Majelis Jemaat GPM Waru beserta perangkat majelis jemaat, pendeta dari gereja-gereja saudara se-Kecamatan TNS, para undangan, serta masyarakat Negeri Waru.
Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan negeri sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat untuk mendorong pembangunan, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Usai acara serah terima jabatan, Katrina Takaksoru kepada media Mapikornews.com menjelaskan visi dan misi kepemimpinannya dalam membangun Negeri Waru. Ia menempatkan kemajuan negeri, integritas, inovasi, kemandirian, kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran sebagai arah utama pembangunan.
VISI: NEGERI WARU YANG MAJU, MANDIRI, DAN SEJAHTERA
Dalam dokumen visi yang disampaikan, Pemerintah Negeri Waru mengusung VISI :
“TERWUTUTNYA NEGERI WARU YANG MAJU, BERINTEGRITAS, INOVATIF, MANDIRI, SEJAHTERA, ADIL, DAN MAKMUR.”
Visi tersebut menjadi landasan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, pengembangan potensi negeri, serta peningkatan kualitas kehidupan warga.
Untuk mewujudkan visi itu, terdapat tujuh misi yang menjadi arah kebijakan pembangunan Negeri Waru.
Pertama, melestarikan dan mengamalkan nilai - nilai MORI TARI SOLI LAKTA sebagai pegangan hidup dalam membangun kehidupan bermasyarakat di negeri adat.
Kedua, mengoptimalkan potensi negeri dan pemanfaatan lahan kosong secara produktif guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketiga, membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, ulet, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Keempat, meningkatkan keterampilan masyarakat agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Kelima, menggalakkan gerakan cinta menanam dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Keenam, mewujudkan generasi muda yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ketujuh, mengembangkan budaya bertani dan beternak sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian keluarga.
NILAI ADAT DAN PERSATUAN MENJADI FONDASI PEMBANGUNAN
Dalam arah pembangunan yang tertuang dalam dokumen tersebut, pelestarian adat dan kearifan lokal menjadi salah satu fondasi penting bagi kehidupan masyarakat Negeri Waru.
Nilai - nilai Mori Tari Soli Lakta diharapkan tetap menjadi pegangan dalam membangun persatuan, memperkuat kebersamaan, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta menjaga identitas Negeri Waru sebagai negeri adat.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kehidupan sosial, pelestarian budaya, dan pembentukan karakter masyarakat.
Dengan demikian, kemajuan negeri diharapkan berjalan seiring dengan terpeliharanya nilai - nilai adat, keharmonisan antarmasyarakat, serta hubungan yang baik antara pemerintah negeri, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
PERTANIAN, PETERNAKAN, DAN PEMANFAATAN LAHAN JADI PERHATIAN
Salah satu poin penting dalam misi pembangunan Negeri Waru adalah optimalisasi potensi lokal, terutama melalui pemanfaatan lahan kosong untuk kegiatan produktif.
Pengembangan sektor pertanian dan peternakan dipandang sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Apabila dijalankan secara terencana dan berkelanjutan, program tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di negeri sendiri.
Gerakan menanam dan pelestarian lingkungan juga menjadi bagian dari arah pembangunan yang tercantum dalam dokumen visi - misi. Upaya ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
GENERASI MUDA DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN
Selain sektor ekonomi dan pelestarian adat, pembangunan sumber daya manusia menjadi perhatian dalam visi-misi Pemerintah Negeri Waru.
Pembentukan generasi muda yang cerdas, unggul, berkarakter, dan berdaya saing merupakan salah satu tujuan yang hendak diwujudkan.
Peningkatan keterampilan masyarakat juga diharapkan dapat mendorong kreativitas, inovasi, serta kemampuan warga dalam mengembangkan kegiatan produktif yang sesuai dengan potensi negeri.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keterlibatan berbagai unsur, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat secara luas.
TANTANGAN KEPemimpinan: MEWUJUDKAN VISI - MISI MENJADI PROGRAM NYATA
Visi dan misi yang tertuang dalam dokumen pembangunan merupakan titik awal. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkannya ke dalam program kerja yang terukur, sesuai kebutuhan masyarakat, serta dapat dilaksanakan berdasarkan kewenangan dan kemampuan keuangan negeri.
Pemanfaatan lahan kosong, pengembangan pertanian dan peternakan, peningkatan keterampilan warga, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai adat membutuhkan perencanaan, penentuan prioritas, dan partisipasi masyarakat.
Transparansi dalam pengelolaan pemerintahan dan anggaran, komunikasi yang terbuka dengan warga, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program juga menjadi unsur penting agar kebijakan pembangunan benar - benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Masyarakat tentu berharap pergantian kepemimpinan ini dapat menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerja sama dalam membangun Negeri Waru ke arah yang lebih baik.
Dengan visi Negeri Waru yang maju, berintegritas, inovatif, mandiri, sejahtera, adil, dan makmur, kepemimpinan Katrina Takaksoru kini dihadapkan pada tanggung jawab untuk mendorong agar setiap arah kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari rumusan visi dan misi, melainkan dari pelaksanaan program, keterlibatan warga, serta perubahan nyata yang dirasakan masyarakat Negeri Waru.
Mapikorbews.com - Selalu hadir di tengah - tengah masyarakat sebagai corong penyampaian informasi kepada publik. (MO-AH)