18 Agustus 2026 | Dilihat: 123 Kali

Dana Ratusan Juta Dipertanyakan, BENDERA MERAH PUTIH TAK BERKIBAR SEPANJANG UPACARA HUT RI ke-81 di Maluku Tengah

Dana Ratusan Juta Dipertanyakan, BENDERA MERAH PUTIH TAK BERKIBAR SEPANJANG UPACARA HUT RI ke-81 di Maluku Tengah

Maluku Tengah | mapikornews.com — Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tengah menuai sorotan tajam.

Di tengah persiapan yang disebut menghabiskan dana ratusan juta rupiah, pelaksanaan pengibaran Sang Merah Putih justru menyisakan persoalan serius.

Dalam pelaksanaan upacara yang dipimpin Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir selaku inspektur upacara, BENDERA MERAH PUTIH TAMPAK TIDAK BERKIBAR, sebagaimana mestinya sejak prosesi pengibaran hingga upacara penurunan pada sore hari.Kondisi tersebut terlihat jelas dalam dokumentasi pelaksanaan upacara.

Bendera justru tampak terlilit/terikat pada tali di tiang sehingga tidak dapat terbentang dan berkibar dengan sempurna.Persoalan ini dinilai bukan sekadar kesalahan teknis biasa.

Sebab, kegiatan tersebut merupakan upacara kenegaraan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, yang semestinya dipersiapkan secara matang, termasuk memastikan kesiapan tiang, tali, bendera, petugas pengibar, hingga seluruh perangkat upacara.

Pertanyaan publik pun mengemuka: untuk apa anggaran persiapan yang disebut mencapai ratusan juta rupiah digelontorkan apabila persoalan mendasar seperti pengibaran bendera tidak mampu dipastikan berjalan dengan baik? Bupati Maluku Tengah  Zulkarnain Awat Amir, selaku inspektur upacara diminta tidak tinggal diam.

Bupati perlu segera memanggil dan meminta penjelasan dari panitia pelaksana, termasuk pihak - pihak yang bertanggung jawab terhadap persiapan teknis pengibaran dan penurunan bendera.

Panitia juga patut memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan anggaran kegiatan, termasuk rincian belanja persiapan upacara dan pihak yang bertanggung jawab terhadap setiap item kegiatan.

Sorotan ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan pelaksanaan HUT Kemerdekaan, tetapi sebagai bentuk kontrol publik agar setiap rupiah uang negara yang digunakan untuk kegiatan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan tepat sasaran.

Apabila benar anggaran yang digunakan mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat berhak mengetahui berapa total anggarannya, dari sumber mana, digunakan untuk apa saja, siapa pelaksananya, serta bagaimana pertanggungjawaban keuangannya.

Bupati Maluku Tengah juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi simbol kehormatan negara, bukan justru menimbulkan tanda tanya akibat persoalan teknis yang seharusnya dapat dicegah sejak awal.Bendera Merah Putih adalah simbol negara.

Karena itu, kegagalan memastikan bendera berkibar dengan baik dalam upacara resmi pemerintah daerah patut menjadi bahan evaluasi serius, bukan dianggap sebagai persoalan sepele.

Publik menunggu sikap tegas Bupati Maluku Tengah: apakah panitia akan dipanggil, penggunaan anggaran akan dibuka, dan pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.                 

Media ini membuka ruang bagi pihak pihak yang disebutkan diatas untuk menerikan klarifikasi dan hak jawab, sampai berita ini naik tayang belum ada informasi dan hak jawab dari pihak pihak yang disebutkan. (MO-AH).