Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kisah jatuh bangun Hermansyah, 34 tahun, warga Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kini bukan lagi sekadar kesaksian pribadi.
Ia telah berubah menjadi cermin pahit sekaligus harapan nyata dalam upaya besar pemberantasan peredaran narkoba dan judi online di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Dua tahun silam, ia terperosok ke dalam gelapnya ketergantungan sabu dan jeratan judi online, hingga menghabiskan hampir Rp1 miliar rupiah, mempertaruhkan pekerjaan, dan nyaris merenggut keutuhan keluarganya.
Berkat keteguhan niat, proses rehabilitasi medis di RSJ Jambi, serta penguatan iman dan rohani, Hermansyah dinyatakan pulih sepenuhnya pada awal tahun 2026.
Kini ia hadir bukan lagi sebagai orang yang dijatuhkan masalah, melainkan sebagai saksi hidup yang membawa pesan perubahan.
"Kesaksian langsung Hermansyah adalah bentuk edukasi paling nyata, yang tak akan pernah bisa tergantikan oleh tulisan di buku maupun spanduk imbauan," ungkap pemerhati anti narkoba di Tanjabtim, Jumat (24/07/2026).
Dengan latar pendidikan Madrasah Aliyah dan pengalaman hidup yang penuh pelajaran, Hermansyah dinilai sangat layak hadir langsung di hadapan generasi muda. Bahasanya sederhana, pesannya menyentuh hati, dan setiap kisah yang ia sampaikan lahir dari pengalaman nyata yang masih terasa lukanya.
Diharapkan Jadi Mitra Strategis Sosialisasi Berbagai pihak mendorong agar Hermansyah secara resmi dilibatkan beriringan dengan Kepolisian, Badan Narkotika Nasional, Kejaksaan, serta aktivis anti narkoba dan judi online dalam setiap kegiatan sosialisasi.
Sasarannya tak lain adalah siswa SMP, SMA/SMK, hingga forum-forum resmi yang diselenggarakan Pemerintah Daerah dan Lembaga penegak hukum. "Anak-anak muda butuh mendengar langsung dari orang yang pernah jatuh ke dalam jurang itu.
Bukan sekadar mendengar aturan hukum atau larangan semata, tapi juga mendengar rasa sesal, tangis, dan harapan agar mereka tidak mengalami hal yang sama," tambahnya.
Pesan Hidup Hermansyah untuk Generasi Tanjabtim: Kepada adik-adik generasi penerus, Hermansyah berpesan dengan tulus, "Narkoba menghancurkan tubuh dan akal sehat. Judi online melenyapkan harta dan masa depan. Saya sudah merasakan betapa panasnya dua neraka itu sekaligus.
Tolong, jangan pernah kalian mencobanya walau hanya sekali. Namun jika ada teman atau kerabat yang terlanjur tersesat, jangan dihina atau dijauhi. Tuntunlah dia untuk pulih. Karena saya adalah bukti nyata, jalan kembali dan pemulihan itu selalu ada."
Di tengah gempuran iklan judi online yang menyasar anak muda dan peredaran narkoba yang terus berusaha masuk, Tanjabtim sangat membutuhkan suara seperti Hermansyah.
Suara yang lahir dari luka, namun membawa cahaya bagi orang lain. Karena memberantas kejahatan narkoba dan judi online tak cukup hanya dengan razia dan penindakan. Ia juga membutuhkan kehadiran mereka yang pernah tersesat, untuk menuntun yang lain agar tak terperosok ke lubang yang sama. (Jdk)