24 Juli 2026 | Dilihat: 34 Kali

Bupati Maluku Tengah Paparkan Renaksi “Banda Green”, Kolaborasi Multipendanaan Jadi Strategi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Bupati Maluku Tengah Paparkan Renaksi “Banda Green”, Kolaborasi Multipendanaan Jadi Strategi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta | mapikornews.com – Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir memaparkan Rencana Aksi (Renaksi) dengan judul “Banda Green: Nafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam” pada tahapan akhir Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri. Rabu, 23 Juli 2026

KPPD merupakan program strategis peningkatan kapasitas kepemimpinan bagi kepala daerah yang diselenggarakan pada 14–24 Juli 2026. Selama mengikuti pembelajaran di Gedung Lemhannas RI dan Gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri, para peserta  yang terdiri dari 25 Kepala Daerah, dibekali berbagai materi kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan nasional.

Di hadapan para penguji, coach dan 24 Kepala Daerah lainnya, Bupati menyampaikan bahwa Banda Neira adalah salah satu kepulauan yang unik dan istimewa dan menjadi satu-satunya wilayah kepulauan di indonesia bahkan mungkin di dunia yang memiliki tiga nilai keunggulan sekaligus yakni budaya, sejarah dan keindahan alam.  

Bupati menyampaikan “Banda Green” adalah arah pembangunan Kepulauan Banda yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur hijau, pelestarian cagar budaya, penguatan sektor pariwisata, peningkatan pelayanan dasar, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan yang berkelanjutan.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Maluku Tengah, Rahmat, SH., M.Si., menjelaskan bahwa Renaksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi riil kemampuan keuangan daerah.

“Bupati menyadari bahwa kapasitas fiskal Kabupaten Maluku Tengah masih sangat terbatas. Karena itu, implementasi Renaksi Banda Green dirancang secara bertahap pada periode 2027–2029 melalui pendekatan kolaboratif dan multipendanaan. Bupati akan berperan sebagai dirigen yang mengorkestrasi seluruh potensi sumber pembiayaan agar bergerak menuju tujuan yang sama,” ujar Rahmat.

Menurutnya, strategi tersebut akan mengintegrasikan pendanaan dari APBN, APBD Provinsi Maluku, APBD Kabupaten Maluku Tengah, serta berbagai skema kemitraan dengan kementerian/lembaga, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan Banda tanpa bergantung pada satu sumber pembiayaan.

Rahmat menambahkan, pemilihan tema Banda Green merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk menghadirkan pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, pelestarian sejarah dan budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan tokoh bangsa Sutan Sjahrir, “Jangan mati sebelum ke Banda,” yang menggambarkan besarnya nilai sejarah dan pesona Banda sebagai warisan dunia.

Dalam pemaparan Renaksi tersebut, Bupati Maluku Tengah didampingi oleh Kepala Bapplitbangda Kabupaten Maluku Tengah dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah, sebagai wujud sinergi lintas perangkat daerah dalam menyiapkan perencanaan dan implementasi pembangunan yang terukur.

Melalui Renaksi Banda Green, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya untuk membangun Kepulauan Banda secara inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kolaborasi, sehingga Banda tidak hanya menjadi destinasi wisata berkelas dunia, tetapi juga menjadi kawasan yang mampu menjaga warisan sejarah, budaya, dan kelestarian alam bagi generasi mendatang. (MoL)