10 Juni 2022 | Dilihat: 801 Kali

Desa Sukamanah Jadi Juara di Zona 2 Liga Desa Kabupaten Garut,Camat Bayongbong Sangat Apresiasi

Desa Sukamanah Jadi Juara di Zona 2 Liga Desa Kabupaten Garut,Camat Bayongbong Sangat Apresiasi
Muhammad Rafi Arya Pemain Terbaik Desa Sukamanah di Zona 2 Liga Desa sekaligus Kapten Kesebelasan bersama Camat Cisurupan Odik Sodikin, S.Sos.,M.Si
Garut–Jabar | mapikornews.com - Kaitan dengan pelaksanaan Liga Desa untuk zona 2 di Kabupaten Garut yang meliputi 5 Kecamatan,Cisurupan,Cigedug Bayongbong, Pasirwangi dan Samarang.Kita Forkopimcam Cisurupan dipercaya menjadi tuan rumah melaksanakan kompetisi ini,yang ikut ada 42 Desa dari 5 Kecamatan tersebut,itu berlangsung dari tanggal 09 Mei 2022 sampai kemarin Minggu tanggal 05 Juni 2022 menghasilkan tiga Desa terbaik untuk mengikuti 18 Besar dan melenggang ke Kabupaten Garut,ungkap Camat Cisurupan Odik Sodikin,S.Sos.,MSi.,diruang kerjanya Selasa (07/06/2022). 

Tiga Desa yang mengikuti yakni desa Sukamanah Bayongbong,Sukarasa Samarang dan Sukawargi Cisurupan itu yang berhak mengikuti melaju ke babak selanjutnya di kabupaten Garut."adapun sebagai Forkopimcam posisi kita disini selaku penanggung jawab dibentuklah panitia lokal untuk menjalankan pertandingan seperti Pak H.Darso yang menjadi ketua panitia penyelenggara dari desa Sukatani", ucapnya.

"Selama kegiatan Alhamdulillah kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada semua komponen, baik kepada Panitia,Askab,Forkopimcam,Para kepala Desa,seluruh Pemain dan para penonton yang telah menyukseskan kegiatan pertandingan dalam keadaan aman dan kondusif".

"Hal yang unik ketika berlangsung pertandingan Liga Desa di Zona 2 ini terlihat suasana menjadi hangat setelah keluar dari zona pandemi misalkan mesjid yang kosong sekarang jadi banyak yang beribadah dan pedagang yang laris,jadi ada dampak yang positif terutama tingkat ekonomi juga sosial yang tadinya sepi menjadi memerihkan kembali", tukas Odik Sodikin. 

Saat wartawan mapikornews.com terjun ke lapangan dan berusaha menemui Kades desa Sukamanah,kecamatan Bayongbong,kabupaten Garut,H.Entam Rustam mengutarakan dengan lolosnya melenggang ke babak 18 besar Liga Desa,tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi desa Sukamanah.Pasalnya Tim Para Pemain Kesebelasan Desa Sukamanah menjadi juara pertama di zona 2 yang digelar di Kecamatan Cisurupan. 

Selain itu salah satu pemain desa Sukamanah juga menjadi pemain terbaik dan termuda di Liga Desa tahun 2022 ini.Pemain itu bernama Muhammad Rafi Arya (16) sebentar lagi 17 tahun dibulan Juli 2022 yang merupakan anak dari perangkat Desa Sukamanah, Tita Juwita.

"Alhamdulillah rasa syukur atas prestasi yang sangat membanggakan ini dan saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah kabupaten Garut dan semua pihak yang telah menggelar Liga Desa tersebut"."Soalnya dari Liga Desa ini,Entam Rustam merasa bahwa potensi terpendam di desa Sukamanah dapat tergali dan menjadikan suatu wadah bagi para atlit persepakbolaan",katanya. 

Selama perjalanan ini desa Sukamanah yang merupakan sebuah desa Pamekaran dari desa Sukarame,belum diperhitungkan menjadi Desa Juara,tapi berkat kemenangan ini desa Sukamanah mulai banyak dilirik dan diperhitungkan,"ujar Entam. 

“Dengan diadakannya Liga Desa,ini menjadi tergali potensi-potensi khususnya di pelosok-pelosok kampung yang terpencil.Ternyata kalau digali banyak bibit berprestasi,” ungkap Entam Rustam saat dihubungi melalui sambungan telponnya,Kamis (9/6/22).

“Untuk liga desa ini saya sangat bangga,yang membuat saya lebih bangga lagi adalah, bahwa selama ini di desa Sukamanah tidak ada lapang sepak bola.Remaja-remaja di desa Sukamanah jika ingin latihan kerap main di lapangan desa lain atau di Alun-alun Bayongbong"."Namun dengan segala keterbatasan itu,Pemuda di desa Sukamanah ternyata mampu menorehkan prestasi yang cemerlang,bermain dari awal sampai final jadi juara di zona 2 tanpa kekalahan sekali pun,"Tegas Entam Rustam. 

Ia pun berharap di babak 18 besar nanti,desa Sukamanah bisa kembali meraih juara di kabupaten Garut.Saya berharap untuk di babak 18 besar nanti, semoga pertandingan berjalan lancar dan tidak ada insiden sekses tanpa ekses.Jangan sampai ada kerusuhan dan ada indikasi judi juga premanisme, harapnya. 
“Itu saja yang saya amanatkan,ke pihak penyelenggara yang sudah masuk nanti diperketat keamanannya,” katanya.

Tita Juwita selaku perangkat desa Sukamanah,yakni orang tua dari salah satu pemain mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi anaknya Muhammad Rafi Arya yang menjadi pemain terbaik.Berkali-kali Tita mengucapkan rasa syukur, karena menunjukkan betapa bahagianya Ia sebagai orang tua.

“Alhamdulillah satu kebanggaan bagi saya sebagai orang tuanya juga berkat dukungan dari semua pihak,Pak Kades,para seniornya,pelatihnya yang ada di Sukamanah. Terus beserta jajaran perangkat desa semuanya,RW,RT dan masyarakat desa Sukamanah semuanya yang sudah mendukung Liga Desa,” ujarnya.

Tita sendiri menceritakan,selama ini anaknya itu memang memiliki ketertarikan yang luar biasa pada olahraga Sepak Bola.Tak hanya sekedar hobi, tapi anaknya itu bercita-cita ingin menjadi pemain atau atlit professional.

Bahkan sejumlah seleksi pun diikuti anaknya untuk mengejar cita-citanya itu.Seperti yang terakhir ini, adalah seleksi di pemain muda usia 18 Tahun Persikabo.“ Semoga diberi jalan sama Allah SWT,meskipun dari kemarin kebetulan sudah mengikuti seleksi juga di Malang.Terus sekarang juga kemarin tanggal 5 Juni di seleksi Persikabo di Bogor,” ungkap Tita.

“Pola latihan dia sangat rajin, tiap hari fisik selalu disempatkan 10 sampai 30 menit meskipun di rumah secara individu, jogging olahraga terus dari pola makanan juga alhamdulillah dia sudah mulai bisa menata dan menjaganya untuk kebugaran,” ucapnya.

"Darimana pun asal kita,jika sungguh-sungguh berdoa' dan berusaha insyaallah akan selalu ada jalan untuk kesuksesan,Imbuh Tita Juwita. 

Menurut Camat Bayongbong Frederico Fernandes,S.STP didampingi Sekmat Ade Poniman,S.Sos.,MSi.,M.IP Sekmat diruang kerjanya Kamis (9/9/22) kebetulan saya anggota PSSI bidang perwasitan di Kabupaten Garut,Alhamdulillah dari tahun 2019 kita berupaya keras supaya Liga Desa ini tiap tahun harus dilaksanakan sehingga kita memunculkan bibit-bibit keolahragaan pesepakbola.prioritas cita-cita PSSI yang ada Tiga Pilar,Bupati Cup,Kapolres dan Dandim," ucapnya.

"Itulah yang menjadikan salah satu warning buat kita untuk mengadakan turnamen sepak bola.Sebagai pemain yang handal,sebelumnya dulu Pesepakbola Garut sangat dikenal ketangkasannya,seperti Persigar lambat laun sedikit tenggelam,sehingga bagaimana kita untuk memunculkan kembali dan terbangun dari mimpi di pagi hari."selama ini dikenal dengan para pemain yang bisa diandalkan dikancah Nasional juga terpilih sebagian di Tim Nasional yang profesional", Tutur Federico Fernandes.

"Mulai dari pemain Cikajang Garut menjadi pemain Nasional, inilah yang disesuaikan dengan visi misi ketua PSSI Amirudin Latif beserta seluruh Forkopimcam dan tingkat Desa itu harus mendukung"." Termasuk adik-adik saya dari desa Sukamanah kemarin saat bermain saya sponsori karena bangga melihat permainan juga kehebatannya, sehingga Bupati Garut juga sekarang sudah menyediakan sarana lapangan yang begitu lumayan luas dan Sedikit mewah", katanya.

Frederico Fernandes sangat mengapresiasi para pemain dari desa Sukamah khususnya juga Desa yang berada di Wilayah Bayongbong hingga Garut pada umumnya, sesuai keinginan Bupati untuk menghidupkan kembali olahraga raga di Kabupaten Garut ini, karena dikenal sebagai petarung sejati. "Jika ingin mempunyai lapangan sendiri menurutnya, kita akan akan adakan musyawarah dengan komponen Desa Sukamanah dan para tokoh masyarakat apakah ada anggaranya dan tanahnya tinggal kembali ke SDM di wilayah Desa tersebut", Tukasnya.

Target saya ingin menjadi juara dan harus optimis,jika melihat tehnik dan strategi yang sebelumnya dapat terus dikembangkan InsyaAllah bisa masuk final juga menang,"harap Frederico Fernandes sambil menutup perbincangannya.(Saiddani/Hendra)