9 Juli 2026 | Dilihat: 80 Kali

Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Masohi Aparat Diminta Lakukan Investigasi Penyelidikan

Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Masohi Aparat Diminta Lakukan Investigasi Penyelidikan

Malteng | mapikornews.com — Diduga Terjadi penyalahgunaan BBM Subsidi di SPBU Masohi Aparat diminta lakukan Investigasi Penyelidikan. Rabu 08 Juni 2026.                               

Sejumlah warga menduga terjadi praktik penyalahgunaan penyaluran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di  SPBU Masohi.

Dugaan tersebut muncul setelah adanya pembatasan aktivitas pengisian BBM subsidi (pertalite) di SPBU, masyarakat pengguna  kendaraan yang antri untuk pengisian BBM subsidi hanya dilayani sampai batas jam 15 Wit (jam 3 sore) dengan alasan minyak BBM subsidi (pertalite) habis'sedangkan data yang diterima dari PT Pertamina Masohi, jatah BBM subsidi (pertalite) untuk SPBU Masohi untuk hari Rabu tanggal 08 Juli 2026, sebanyak  20 kl ( 20 000 liter) yang keluar dari PT Pertamina itu digunakan untuk hari ini saja. Dan terkait dengan jatah SPBU untuk minyak BBM subsidi (pertalite) setiap hari tidak merata.                                 

Tetapi paling kurang tiap hari itu 10 kl atau 10 ribu liter. Jadi hari ini Rabu 08 Juni 2026, SPBU Masohi mendapat mintak BBM subsidi (pertalite) 20 kl, artinya 20 ribu liter itu untuk hari ini saja, jatah untuk hari besok ada jatah tersendiri, kecuali besoknya hari libur berarti yang keluar hari ini, di siapkan untuk besok lagi.

Berdasarkan penjelasan diatas, masyarakat minta PT Pertamina dan Kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan Investigasi Penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap cara penyaluran BBM bersubsidi.

Mereka juga meminta pengawasan di SPBU diperketat agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Pihak SPBU melalui oknum petugas saat ditanya pengguna motor saat pengiriman BBM di SPBU mengapa saya mau beli BBM subsidi, kenapa melayani BBM non subsidi (Pertamax) dia menjawab pertalite habis, ditanyakan juga habis jam berapa jam 3, sore. Masyarakat merasa heran mengapa di SPBU tiap hari BBM subsidi (pertalite) tiap jam 3 sore habis.                         

Masyarakat menduga dengan harga Pertamax 16 ribu lebih untuk 1 liter, maka diduga ada unsur kesengajaan yang diduga dilakukan oleh oknum - oknum petuga SPBU, mengingat karena nosel dispenser minyak non subsidi bergandengan dengan nosel dispenser minyak subsidi.

Penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindak pidana apabila terbukti dilakukan untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum.

Karena itu, masyarakat minta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan Investigasi penyelidikan, agar kedepannya tidak ada lagi pelayanan BBM subsidi pertalite setengah hari. (MO-Tim)