12 Oktober 2026 | Dilihat: 39 Kali

HUT ke-27 Tanjabtim: Kepala SMPN 5 Dr. Abdullah Tegaskan, "Pendidikan Merata Adalah Kunci Ekonomi Berkualitas"

HUT ke-27 Tanjabtim: Kepala SMPN 5 Dr. Abdullah Tegaskan, "Pendidikan Merata Adalah Kunci Ekonomi Berkualitas"

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kepala SMPN 5 Tanjung Jabung Timur, Dr. Abdullah, M.Pd.I., menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang puncak peringatannya akan digelar pada 25 Oktober 2026 mendatang.

Menurut Dr. Abdullah, tema HUT ke-27 tahun ini, "Produktivitas, Investasi dan Industri untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas," tidak akan pernah terwujud tanpa fondasi utama yaitu dengan pendidikan yang merata dan berkualitas.

"Dirgahayu Tanjabtim ke-27. Jika kita bicara produktivitas, investasi dan industri, maka kuncinya ada pada pendidikan. Tidak ada ekonomi berkualitas tanpa SDM yang berkualitas," ujar Dr. Abdullah, Senin (12/10/26).

Ia menegaskan, pendidikan yang merata untuk semua anak di Tanjabtim adalah investasi jangka panjang yang paling berharga. Semua pihak harus bergandengan tangan.

"Semua pihak harus bergandengan tangan untuk memajukan pendidikan. Kita harus memberikan support penuh bagi anak usia sekolah hingga ke perguruan tinggi. Karena dengan pendidikanlah kita akan menaikkan kualitas dan nilai dalam kehidupan sosial," tegasnya.

Dr. Abdullah menambahkan, di usia ke-27 ini, Tanjabtim harus memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena faktor jarak, ekonomi, atau akses.

"Anak-anak di pesisir, di aliran sungai, di pelosok desa, berhak mendapat pendidikan yang sama dengan anak-anak yang di perkotaan. Mereka inilah calon tenaga produktif, calon investor, dan calon pemimpin industri Tanjabtim di masa depan. Jika pendidikannya kita jaga hari ini, maka pertumbuhan ekonomi berkualitas itu akan datang dengan sendirinya," ungkap Kepsek peraih juara I nasional kategori Kepala Sekolah Berdedikasi dan Inovatif ini dengan antusias.

Momentum HUT ke-27, lanjut dia, harus menjadi pengingat bahwa membangun infrastruktur jalan dan gedung itu penting, tetapi membangun manusia melalui pendidikan yang berkelanjutan jauh lebih penting, tutupnya mengedukasi. (Jdk)