Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Pjs Kepala Desa Rantau Makmur, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muhammad Ali, menyampaikan Selamat Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) ke-27, yang jatuh pada 21 Oktober 2026 lanjut pada acara puncaknya akan digelar pada 25 Oktober 2026, bersamaan hari istimewa tersebut, Kades Rantau Makmur, menyampaikan catatan teknis yang sangat krusial, yaitu pencapaian penuntasan sistem tata kelola air pertanian, ungkapnya, pada Senin 12/10/26.
Bagi Desa Rantau Makmur yang dihuni 2.857 jiwa dan menjadi lumbung pangan dengan 1.500 hektar sawah dan 100 hektar jagung di atas lahan rawa pasang surut, dengan tema HUT ke-27 "Produktivitas, Investasi dan Industri untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas" hanya bisa terwujud jika air terkendali.
"Dirgahayu Tanjabtim ke-27. Bagi kami di Rantau Makmur, produktivitas itu bukan teori di atas kertas. Produktivitas itu adalah air yang cukup, pintu air yang berfungsi dan lahan yang terbebas dari kebanjiran," ujar Muhammad Ali.
Pihaknya membeberkan 2 kunci tata kelola air yang menjadi penentu sukses nya produksi 1.500 hektar padi di wilayah yang Ia pimpin yang meliputi:
1. Perbaikan Pintu Air Utama Anti AbrasiSebagai desa di kawasan rawa pasang surut, pintu air adalah jantungnya. Pintu air utama harus kuat, kokoh dan mampu menahan abrasi pasang surut yang menggerus setiap hari. Jika pintu air jebol atau rusak, maka pada waktu tertentu air asin masuk, padi terendam, dan 1.500 hektar terancam gagal panen. Perbaikan pintu air bukan sekadar proyek fisik, tapi penyelamat produktivitas.
2.Tuntasnya Rehabilitasi Normalisasi Primer-Sekunder sepanjang 100 Km. Ini yang paling krusial. Muhammad Ali menjelaskan progresnya secara rinci, Target rehabilitasi normalisasi saluran primer-sekunder di wilayahnya adalah 100 Km. Tahun lalu sudah rampung 50 Km. Tahun ini akan dikerjakan lagi 47 Km dan sudah diukur. Artinya, jika terealisasi, hanya tersisa 3 Km lagi untuk tuntas sepanjang 100 Km.
"Dampaknya luar biasa. Normalisasi ini tidak hanya untuk Rantau Makmur saja, tapi juga mengaliri dan menyelamatkan lahan pertanian di Kelurahan Simpang dan Desa Pematang Mayan, Kecamatan Rantau Rasau," terang Ali.
Ia berharap, jika Oktober ini pekerjaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) mulai dikerjakan, maka Rantau Makmur akan tercatat sebagai desa penyumbang tanggul terpanjang se-Tanjabtim pada periode 2025-2026.
"Kalaupun tidak sampai 100 Km tahun ini, mudah-mudahan Kades definitif berikutnya bisa melanjutkan. Jika normalisasi primer-sekunder ini tuntas, maka tema Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas itu benar-benar dirasakan petani kami. Air lancar, panen meningkat, investasi pertanian masuk dan industri hilir gabah bisa tumbuh dari desa," jelasnya.
Berikut kebutuhan akan Sumur Bor untuk pemukiman yang tidak padat yang berjarak cukup jauh antar rumah dari rumah lainnya. Selain air untuk sawah, air bersih untuk manusia juga mendesak. Warga di dusun-dusun dengan kepadatan rendah masih kesulitan air bersih, terutama saat kemarau dan air pasang membawa salinitas tinggi. Sumur bor menjadi solusi vital untuk kualitas hidup dan kesehatan warganya, tutup Ali dengan ekspresi optimis. (Jdk)