21 Juli 2026 | Dilihat: 65 Kali

Kadisdik Tanjabtim Syafaruddin Tegaskan Bimtek Koding & AI Wajib Berdampak Langsung Di Kelas 

Kadisdik Tanjabtim Syafaruddin Tegaskan Bimtek Koding & AI Wajib Berdampak Langsung Di Kelas 

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Syafaruddin, didampingi Kepala Bidang SMP Halidi, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk jenjang SMP, pada Selasa, (21/07/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Komplek Perkantoran Bukit Benderang. 

Pelatihan yang diikuti oleh 51 guru dari SMP Negeri maupun Swasta se-Tanjabtim ini, menghadirkan fasilitator berkompeten dari internal daerah, yaitu Didik (Guru SMPN 13) dan Taufik (Guru SMPN 12). 

Dalam arahan pembuka, Syafaruddin menyampaikan pesan tegas kepada seluruh peserta terkait tujuan utama kegiatan ini."Sasaran kita jelas dan terukur. 

Saya menegaskan, setiap guru yang hadir hari ini, secepatnya harus sudah mampu menerapkan materi koding dan AI di ruang kelas. Itu adalah target utama yang harus dicapai," ujarnya. 

Ia menambahkan, Bimtek ini merupakan bagian dari program strategis nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjawab tantangan era digital."Guru adalah ujung tombak kemajuan pendidikan.

Jika pengajar menguasai koding dan AI, maka generasi muda Tanjabtim akan siap menghadapi masa depan. Jangan sampai kita tertinggal dari daerah lain," tegas Syafaruddin. 

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang SMP Halidi bersama Kepala Seksi Kurikulum SMP Murliana menekankan pentingnya tindak lanjut nyata, bukan sekadar seremonial."Ini bukan pelatihan biasa. Fokus utamanya adalah perubahan nyata dalam praktik mengajar di kelas.

Bidang kurikulum akan terus mengawal, memastikan materi koding dan AI benar-benar tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta diterapkan secara konsisten," jelas Halidi. 

Menurutnya, integrasi teknologi harus dimulai dari tahap perencanaan agar pembelajaran menjadi lebih mendalam, relevan, dan sesuai kebutuhan siswa abad ke-21. 

Murliana menambahkan, kegiatan ini bertujuan membekali guru agar mampu mengimplementasikan koding dan AI guna mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Di akhir sesi pembukaan, Syafaruddin menegaskan tugas pokok yang harus diemban seluruh peserta.

"Pesan intinya hanya satu, Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab nyata. Setelah bimtek ini selesai, susunlah perangkat pembelajaran berbasis koding dan AI, lalu terapkan di sekolah masing-masing.

Nanti kami akan lakukan evaluasi. Guru dan sekolah yang berhasil, akan kami jadikan contoh sekaligus penggerak bagi satuan pendidikan lain," pungkasnya. 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi tanya jawab mendalam yang bertujuan memantapkan pemahaman peserta sebelum menerapkan ilmu yang didapat di lingkungan sekolah masing-masing, ungkap Murliana. (Jdk)