Malteng | mapikornews.com — Warga di wilayah petuanan Negeri Horale, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku, mengeluhkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurut keterangan mereka telah berlangsung hampir dua bulan. Merasa kelelahan karena mengaku selama ini ikut berupaya memadamkan api secara mandiri, warga meluapkan kekecewaan dengan melakukan aksi pemalangan jalan di kilometer 14 pada Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan keterangan Oknum warga kepada mapikornews.com - melalui telepon selulernya mengatakan, aksi Pemalangan jalan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan desakan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah bersama instansi teknis terkait segera turun tangan menangani kebakaran yang mereka nilai belum mendapatkan penanganan memadai.
Sumber mengaku, masyarakat kecewa karena, menurut penuturan mereka, upaya pemadaman selama ini masih banyak mengandalkan tenaga masyarakat, sementara bantuan petugas dan dukungan pemerintah dinilai belum memadai. Mereka juga mengkhawatirkan potensi meluasnya kebakaran yang dapat berdampak terhadap kawasan hutan, kebun masyarakat, sumber air, dan lingkungan sekitar.
“Kami berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan ini benar - benar diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah,”dibawah kepemimpinan Bupati Bpk Zulkarnain Awat Amir, ungkap seorang warga kepada media mapikornews.com.
Warga tersebut juga mengeluhkan belum terlihatnya langkah penanganan yang mereka harapkan dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.
“Selama ini kami dikoordinir oleh Bpk Raja' sendiri yang terlibat dalam upaya pemadaman, tanpa bantuan petugas maupun pemerintah daerah sampai sekarang, kami juga belum melihat langkah penanganan yang nyata dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait,” keluhnya.
Atas kondisi yang mereka sampaikan tersebut, warga mendesak Pemkab Maluku Tengah segera melakukan peninjauan langsung, memastikan kondisi terkini, mendata luas area terdampak, mengidentifikasi titik api aktif, serta mengerahkan personel dan peralatan pemadaman sesuai kebutuhan di lapangan.
Hingga berita ini naik tayang, Mapikornews.com - belum memperoleh keterangan resmi dari Pemkab Maluku Tengah maupun instansi teknis terkait untuk mengonfirmasi keluhan warga, durasi kebakaran, kondisi terkini di lokasi, dan langkah penanganan yang telah dilakukan.
Mapikornews.com - membuka ruang bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memberikan klarifikasi agar persoalan karhutla di petuanan Negeri Horale dapat diberitakan secara berimbang dan berdasarkan informasi yang terverifikasi. (MO-AH)