10 Agustus 2026 | Dilihat: 61 Kali

“Katanya Merdeka”: Derita Sopir Truk Tanjabtim Antri Solar Berhari-hari, Manajemen Pertamina Diminta Benahi Standar Pelayanan

“Katanya Merdeka”: Derita Sopir Truk Tanjabtim Antri Solar Berhari-hari, Manajemen Pertamina Diminta Benahi Standar Pelayanan

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — “Katanya merdeka, cari solar kok susah.”  Luapan kekecewaan itu bukan sekali dua kali terdengar dari para sopir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). 

Tiga bulan terakhir, pemandangan ratusan truk angkutan antri mengular di jalan Lettu M Thohir yang akan mengisi di SPBU 24.365.56, Talang Babat, sudah jadi hal biasa. Pemandangan tersebut hendaknya mengundang empati penyelesaian bukan justru pembiaran.

Antrian BBM subsidi bukan hitungan jam. Bisa semalaman. Tak jarang berhari-hari. Bagi sopir, ini beban ganda. Uang jalan dan uang makan membengkak, sementara tripan angkutan tertunda. Padahal roda berputar adalah harapan keluarga untuk menafkahi anak istri di rumah.

“Yang kami minta cuma kepastian. Datang jam berapa, dapat jam berapa. Jangan digantung,” ujar para  sopir dengan nada lelah, Minggu, 09/08/26.

Ironisnya, di tengah hiruk pikuk jelang HUT ke-81 RI, semangat "pasang bendera" di kendaraan Tanjabtim justru meredup. Mungkin karena energi dan pikiran para sopir habis terkuras di antrean, walaupun tindakan yang dimaksud bukan menjadi pembenaran untuk tidak memasang bendera kendaraan paska HUT Kemerdekaan RI.

Sudah saatnya manajemen SPBU 24.365.56 mengambil langkah bijak. Buat standar pelayanan khusus untuk angkutan barang pengguna BBM subsidi pemilik Barcode MyPertamina. Atur jam, kuota, dan sistem antrian yang jelas.

Jangan biarkan kemerdekaan hanya jadi slogan, sementara di lapangan rakyat masih berjuang demi setetes solar. (Jdk)