17 Oktober 2026 | Dilihat: 18 Kali

KUNKER  KE GUNUNG BOTAK  BUPATI DAN FORKOPIMDA TEMUKAN PENAMBANG ILEGAL SINABAR 

KUNKER  KE GUNUNG BOTAK  BUPATI DAN FORKOPIMDA TEMUKAN PENAMBANG ILEGAL SINABAR 

Pulau Buru-Maluku | mapikornews.com — Aktivitas Penambang Sinabar Ilegal di Dusun Wamsait, Desa Dava Kecamatan Waelata  dilaporkan semakin tak terkendali. 

Aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga dilakukan oleh para penambang liar yang berasal dari berbagai daerah dan beroperasi secara terbuka di kawasan gunung botak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi tambang , kegiatan pertambangan Sinabar tersebut berlangsung hampir setiap hari, bahkan dilakukan secara terang-terangan pada siang hari. 

Dampak dari aktivitas penambangan ilegal sinabar ini mulai dirasakan masyarakat, dimana lingkungan di sekitar lokasi tambang dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari pencemaran aliran sungai, dan terganggunya ekosistem hingga meningkatnya risiko longsor di areal sekitar tambang emas Gunung Botak.

Sejumlah warga mengaku khawatir karena para penambang tampak bebas beroperasi tanpa adanya tindakan tegas dari aparat. 

Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa para pelaku tambang ilegal sinabar seolah kebal terhadap hukum.

Mereka bekerja terbuka, seperti tidak ada hukum yang berlaku di sini, " ujar salah satu warga lingkar tambang yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dalam kegiatan kunjungan kerja ke areal Gunung Botak, Bupati Ikram Umasugi, S.E, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda dan Ketua serta anggota DPRD ditemukan penambang Sinabar sedang melakukan aktifitas mereka, 

Menurut Kajati dan Ketua Pengadilan Negeri Namlea kegiatan ini jelas melanggar Undang - Undang tentang Pertambangan Mineral dan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang memuat ancaman pidana bagi pelakunya .

Dijelaskan oleh Bupati bahwa, dampak buruk pertambangan Sinabar secara ilegal akan berdampak pada kerusakan Lingkungan yang akut . 

Menurut salah satu penambang saat ditanya fungsi Sinabar dijelaskan bahwa, Sinabar akan diproses menjadi air perak untuk memisahkan emas .

Namun ketika ditanya siapa yang mendanai mereka dan Sinabar dijual kepihak mana, mereka tidak dapat menjawabnya seolah menyembunyikan pihak - pihak yang terlibat dalam proses penambangan Sinabar. (NB)