Menanggapi Pemberitaan Pemalangan Kantor Negeri Ullath, Raja Ullath, Hans Maurits Nikijuluw, Angkat Bicara
Malteng | mapikornews.com — Menanggapi pemberitaan Pemalangan kantor Negeri Ullath, atas aksi pemalangan Kantor Pemerintah Negeri Ullath yang dilakukan masyarakat beberapa waktu lalu. Raja menegaskan bahwa, pemalangan tersebut terjadi karena hingga kini Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2025 belum bisa dicairkan, meski dananya telah masuk ke rekening desa sejak 16 Juni 2025.
Menurut Raja Ullath, total dana yang telah ditransfer ke rekening desa sebesar Rp 472.000.000. Dana tersebut sejatinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai), operasional tiga PAUD, serta pembangunan jalan setapak, dan kegiatan lainnya Namun, pencairan dana tersebut tidak bisa dilakukan karena bendahara desa yang baru belum mendapatkan rekomendasi dan persetujuan dari Camat serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
Kami hanya minta satu hal saja, keluarkan surat rekomendasi untuk bendahara baru.
Itu saja tuntutan kami, kalau surat itu sudah diberikan, dana bisa langsung cair dan digunakan untuk masyarakat,” ujar Raja Ullath.
Ia menambahkan bahwa bendahara lama telah diberhentikan karena adanya temuan persoalan keuangan, terutama terkait dengan penyetoran pajak dari tahun 2022 hingga 2024. Berdasarkan evaluasi internal pemerintah negeri, bendahara lama tidak lagi layak menjabat. Oleh sebab itu, Raja telah mengangkat bendahara baru demi kelancaran administrasi dan pengelolaan dana desa.
Namun hingga kini, proses pencairan dana desa masih terhambat karena pemerintah Kabupaten dan Camat belum memberikan persetujuan terhadap pengangkatan bendahara baru. Namun setelah berkordinasi dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah dan Kabag Pemerintahan, akhirnya rekomendasi untuk untuk bendahara Negeri Ullath yang baru turun, ini juga akibat masyarakat tidak mengerti sistim birokrasi, jadi menurut aturan pengusulan dari Raja ke Camat dan dilanjutkan ke Pemerintah Daerah 20 hari baru Pemda bisa menjawab.
Olehnya itu masyarakat harus tahu bahwa beta (saya) berjuang untuk kepentingan Negeri dan akan pulang dengan hasil.
Dan Puji Tuhan setelah kordinasi intens dengan Pa Bupati,Pa Wakil, Pa Sekda dan Pa Kabag Pemerintahan dan sudah selesai sehingga saya sudah bisa pulang dengan membawa harapan besar masyarakat Negeri Ullath.
Dengan kabar gembira ini, maka Raja Negeri Ullath mengeluarkan watwa : Horomatee Upu..oo Beilohy..
Ada Titah Raja..
Kepala Soa, Marinyo, Latukewano, Ana kewano, Kepala Pemuda, Kepala Keamanan, Keamanan sektor/weyk, Guru Tk dan Paud..
Tita Raja jam 16 : 00 WIT.
Bongkar Palang Kantor Negeri, fungsikan kantor Negeri melayani masyarakat.
Disertai Ucapan Terima Kasih Kepada Bapak Bupati Maluku Tengah, Wakil Bupati, Sekda, Kabag Pemerintahan Maluku Tengah, Camat Saparua Timur, yang telah kerja cepat merespon membantu Pemerintah Neger Ullath.