Awat Amir: Pembangunan Bukan Sekadar Bangunan, Tetapi Momentum Iman, Kebersamaan dan Pelayanan bagi Umat serta Masyarakat
Maluku Tengah | mapikornews.com — Momentum Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Masohi, Senin 21.9.2026), menjadi panggung penting bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk menegaskan kembali pentingnya gotong royong, persaudaraan dan sinergi antara pemerintah dengan gereja dalam membangun kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.AP. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Pemkab Maluku Tengah, Eliezer Istia, S.H., M.M.
Bupati menegaskan bahwa peletakan batu pertama pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Masohi tidak boleh dimaknai sebatas seremoni pembangunan sebuah gedung.
Lebih dari itu, momentum tersebut disebut sebagai simbol iman, kebersamaan dan wujud nyata pelayanan kepada Tuhan serta sesama.
“Kegiatan peletakan batu pertama pada hari ini bukan sekadar seremoni awal dimulainya sebuah pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sebuah momentum iman, kebersamaan, dan wujud nyata dari semangat pelayanan kepada Tuhan dan sesama.”
Menurut Bupati, pastori memiliki posisi penting dalam mendukung kehidupan pelayanan gereja. Bangunan tersebut bukan hanya menjadi tempat tinggal seorang pelayan Tuhan dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan pelayanan untuk membangun persekutuan, mempererat persaudaraan serta menunjang tugas pelayanan gerejawi.
BUPATI: PEMBANGUNAN TIDAK BISA HANYA MENGANDALKAN PEMERINTAH
Di hadapan jajaran Gereja Protestan Maluku, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, panitia pembangunan, jemaat dan masyarakat, Bupati memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Masohi.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Klasis GPM Masohi, panitia pembangunan, jemaat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Menurutnya, semangat gotong royong tersebut harus terus menjadi kekuatan masyarakat Maluku Tengah.
“Pembangunan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga - lembaga keagamaan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi seluruh komponen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
GEREJA DAN PEMERINTAH DIMINTA TERUS PERKUAT SINERGI
Bupati Zulkarnain juga menekankan bahwa gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, berkarakter serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Gereja dinilai memiliki peran strategis dalam membina kehidupan umat, membangun karakter masyarakat, memperkuat solidaritas sosial serta menjaga kedamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Sementara pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menciptakan kehidupan yang aman, damai dan sejahtera.
Karena itu, Bupati menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah, gereja, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat harus terus diperkuat.
“PELA, GANDONG DAN HIDUP ORANG BASUDARA JANGAN HILANG”
Tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai - nilai sosial dan budaya yang menjadi kekuatan masyarakat Maluku.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat pela, gandong, hidup orang basudara serta semangat Masohi.
Nilai - nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam memperkuat persaudaraan, bukan hanya di lingkungan gereja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
BUPATI PESAN: BANGUN DENGAN TANGGUNG JAWAB, TRANSPARAN DAN BERKUALITAS
Dalam pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Masohi, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat agar setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, transparan dan mengutamakan kualitas.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar, tepat waktu dan mendapat dukungan seluruh pihak.
Bupati meyakini bahwa pekerjaan yang dimulai dengan doa, dilaksanakan melalui kebersamaan dan dikerjakan dengan ketulusan akan mendapatkan penyertaan Tuhan hingga selesai.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maluku Tengah menyampaikan selamat atas dimulainya pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Masohi.
Ia berharap pembangunan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan gereja sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan umat dan masyarakat.
“Tuhan memberkati kita semua. Tuhan memberkati pelayanan Gereja Protestan Maluku. Tuhan memberkati Maluku Tengah,” demikian pesan Bupati.
Mapikornews.com — Dari Masohi Maluku Tengah, mengabarkan fakta dan suara masyarakat. (MO-AH)