11 Juni 2026 | Dilihat: 18 Kali

Prancis Buktikan Nuklir Mampu Menurunkan Emisi Dalam Skala Nasional

Prancis Buktikan Nuklir Mampu Menurunkan Emisi Dalam Skala Nasional

 

Oleh: Muhamad Zen (Sekretaris PJS Babel  & Pemerhati Kebijakan Publik Bangka Belitung)

Bangka Belitung | mapikornews.com — Ketika banyak negara masih mencari formula terbaik untuk menekan emisi karbon tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik, Prancis telah menunjukkan bahwa dekarbonisasi sistem energi dapat dilakukan dalam skala besar. Keberhasilan tersebut dicapai melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) secara masif sejak dekade 1970-an.

Dikutip dari Our World in Data, transformasi energi Prancis dimulai setelah krisis minyak tahun 1973 yang mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Melalui program yang dikenal sebagai Messmer Plan, Prancis membangun puluhan reaktor nuklir dalam waktu relatif singkat dan menjadikannya tulang punggung sistem kelistrikan nasional.

"France built its nuclear fleet in around 15 years and now has one of the cleanest electricity grids in the world," tulis Our World in Data dalam analisisnya mengenai sistem energi Prancis.

Hasilnya sangat signifikan. Pada 2024, sekitar 67 persen listrik Prancis berasal dari energi nuklir. Jika digabungkan dengan tenaga air, surya, angin, dan sumber rendah karbon lainnya, sekitar 95 persen listrik negara tersebut dihasilkan tanpa emisi karbon yang signifikan.

Data operator jaringan listrik nasional Prancis, RTE, menunjukkan bahwa intensitas karbon sistem kelistrikan Prancis hanya sekitar 21,7 gram CO? per kilowatt-jam pada 2024. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata global yang berada di kisaran 472 gram CO? per kilowatt-jam.

Keberhasilan tersebut juga menjadikan Prancis sebagai eksportir listrik bersih terbesar di Eropa. Pada 2024, negara itu mencatat ekspor listrik bersih sebesar 89 TWh, rekor tertinggi dalam sejarah sistem kelistrikannya.

Pendiri organisasi lingkungan Environmental Progress, Michael Shellenberger, bahkan menyebut pengalaman Prancis sebagai salah satu keberhasilan terbesar dalam sejarah dekarbonisasi modern.

"France decarbonized its electricity sector faster than any large country in history," ujar Shellenberger dalam berbagai kesempatan saat membahas transisi energi global.

Bagi banyak pengamat energi, pengalaman Prancis menjadi bukti bahwa energi nuklir tidak hanya mampu menyediakan listrik dalam jumlah besar dan stabil, tetapi juga dapat menjadi instrumen efektif untuk menurunkan emisi karbon dalam waktu relatif singkat. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tekanan untuk mencapai target net zero emission, kisah Prancis sering disebut sebagai salah satu contoh paling nyata tentang bagaimana teknologi nuklir dapat memainkan peran strategis dalam transisi energi. (RF)

 

Oleh: Muhamad Zen (Sekretaris PJS Babel & Pemerhati Kebijakan Publik Bangka Belitung)