Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com — Dihimpun dari sejumlah elemen masyarakat pemerhati pendidikan dan para pelaku UMKM lingkungan Perkantoran Bukit Benderang sekaligus merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mendesak Ketua Kadin Tanjabtim Apif Firmansyah untuk segera merealisasikan gagasan Park Education Bukit Benderang dengan menggandeng investor.
Desakan ini muncul sebagai respons terhadap kondisi Hutan Kota Bukit Benderang yang seluas 83 Ha belum menunjukkan progres nyata sejak digagas oleh kepemimpinan sebelumnya. Dari total lahan tersebut, 40 Ha dikelola PetroChina dan 43 Ha menjadi tanggung jawab Pemda Tanjabtim. Namun hingga kini, implementasinya masih sebatas wacana dan belum berdampak langsung bagi masyarakat.
Penulis yang juga bagian dari publik Tanjabtim menegaskan, pembelajaran merdeka berkarakter di luar kelas kini menjadi sangat penting. Selama ini pendidikan di Tanjabtim terlalu terkurung dalam tempat dinding kelas dengan metode yang monoton.
“Anak-anak butuh ruang belajar yang hidup. Di Park Education, mereka tidak hanya mendengar teori tentang sawit, tapi langsung memegang kecambah, mencampur media tanam, dan merasakan tanah. Dari sini karakter kerja keras, tanggung jawab, dan cinta lingkungan akan tumbuh alami,” ujarnya.
Metode ini juga diyakini mampu mengurangi tekanan akademik dan stres yang dialami siswa, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis terhadap lingkungan sekitar.
Lebih dari sekadar ruang pendidikan, Park Education diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di Komplek Perkantoran Bukit Benderang.
Kehadiran ribuan siswa dan orang tua setiap minggunya akan menciptakan lingkungan perkantoran yang hidup. Warung makan, pedagang jajanan, toko alat tulis, hingga jasa transportasi bus DAMRI pesisir pantai akan ikut tumbuh di sekitar kawasan.
UMKM Tanjabtim punya peluang besar untuk menjadi penyedia makanan sehat bagi siswa, penyedia alat praktik pertanian, hingga suvenir edukasi khas Tanjabtim.
“Ini efek domino positif. Kantor hidup, sekolah hidup, UMKM juga hidup. Bukit Benderang tidak lagi sepi setelah jam kerja,” tambah penulis sebagaimana harapan warga sekitar.
Jika dikelola serius, Park Education bisa menjadi cikal bakal wisata pendidikan tingkat lokal dimungkinkan Kabupaten tetangga akan datang ke Tanjabtim. Sekolah-sekolah dari kecamatan Tanjabtim bisa menjadwalkan kunjungan edukasi ke Bukit Benderang.
Ke depan, program ini bisa disandingkan dengan destinasi lain seperti wisata air panas Pandan Sejahtera dan wisata kuliner Kuala Jambi. Sehingga Tanjabtim tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil perkebunan, pertanian, perikanan, tapi juga sebagai daerah tujuan wisata pendidikan berbasis karakter dan kearifan lokal.
Konsep yang ditawarkan adalah membangun bangunan mini di area Bukit Benderang yang merepresentasikan masing-masing OPD. Dinas Perkebunan akan jadi guru sawit, Dinas Kesehatan jelaskan bahaya narkoba, KPU-Bawaslu berikan pencerahan politik, bahkan anggota DPRD bisa hadir sebagai narasumber langsung.
Siswa SD akan belajar sambil praktik menanam di polibag dengan didampingi orang tua. Sementara siswa SMA-SMK akan mendapat pembekalan literasi politik dan jurnalistik kreatif, termasuk penulisan caption media sosial Facebook.
Publik Tanjabtim berharap Ketua Kadin Apif Firmansyah dapat menggaet investor untuk mewujudkan program ini. Park Education dinilai sejalan dengan visi Merata-Bahagia Bupati-Wabup Dillah Hich-Muslimin Tanja serta gerakan Menyala Desaku-Menyala Kotaku.
“Kita tidak bisa terus menunggu. Park Education bisa menjadi cahaya berkah alami bagi masyarakat Tanjabtim. Bersinergi dengan Rumah Milenial, program ini akan menjadi bukti nyata Tanjabtim Merata-Membangun Bersama Rakyat Untuk Sejahtera dan Bahagia,” tegasnya.
Yang paling penting sekarang, Park Education bukan cuma proyek pendidikan. Tapi juga proyek ekonomi dan pariwisata. Satu batu, tiga burung, terang penulis. (Jdk)