21 Mei 2026 | Dilihat: 51 Kali

Reses DPRD Tanjabtim: Sumaryadi Tampung Aspirasi Masyarakat Sorot Urgensi Infrastruktur Centra Pertanian Perkebunan

Reses DPRD Tanjabtim: Sumaryadi Tampung Aspirasi Masyarakat Sorot Urgensi Infrastruktur Centra Pertanian Perkebunan

Tanjabtim-Jambi | mapikornews.com —Menjalankan amanat konstitusi dan fungsi pengawasan serta penyalur aspirasi, Sumaryadi, Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) II.

Dalam lawatannya selama satu minggu terakhir, politisi ini bertatap muka langsung dengan konstituen di sejumlah wilayah, mendengarkan harapan dan kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput yang nantinya akan menjadi bahan pembahasan krusial di sidang dewan. 

Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menjembatani keinginan masyarakat dengan perencanaan pembangunan daerah.

Sumaryadi mengemukakan bahwa usulan dan masukan yang disampaikan warga sangat banyak, mendesak, dan bersentuhan langsung dengan hajat kehidupan masyarakat, utamanya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi wilayah. 

"Usulan masyarakat ini menggunung dan banyak di antaranya bersifat sangat urgen serta harus segera mendapatkan perhatian dan penanganan. Hampir seluruh aspirasi berpusat pada pembenahan infrastruktur pendukung produksi dan ketahanan lingkungan, karena hal ini sangat berpengaruh besar terhadap hasil dan keberlangsungan usaha tani warga," ungkap Sumaryadi saat memberikan keterangan pers di sela-sela kunjungannya, Rabu (20/05/2026). 

Dari rangkaian pertemuan dan peninjauan langsung ke lokasi, sejumlah poin utama aspirasi teridentifikasi menjadi prioritas. Di Desa Sungai Tering, warga sangat mendesak terlaksananya penggalian dan normalisasi parit primer sepanjang 5 kilometer.

Kondisi pendangkalan yang terjadi saat ini tidak hanya berisiko menimbulkan genangan maupun banjir di sekitar permukiman, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi kerusakan tanaman pertanian dan perkebunan yang ada di sekitar aliran air tersebut. 

Masalah infrastruktur jalan dan ketenagalistrikan juga menjadi sorotan tajam di wilayah RT 04 Desa Sungai Beruwo, Kecamatan Nipah Panjang.

Masyarakat meminta perbaikan jaringan listrik yang belum memadai, serta penimbunan dan perbaikan bahu jalan sepanjang 10 titik menggunakan batu split.

Jalan tersebut dinilai sangat vital karena merupakan akses utama angkutan hasil produksi kelapa dalam dan kelapa sawit menuju pusat pengolahan maupun pasar, sehingga kondisinya sangat menentukan kelancaran ekonomi warga. 

Sementara itu, di wilayah Desa Rantau Rasau I, aspirasi yang masuk meliputi pembangunan dan peningkatan status jalan menjadi kelas B, serta pemenuhan kebutuhan air bersih di lokasi SK 22 Dusun Pelita.

Secara historis, jalan tersebut merupakan akses utama wilayah yang dikenal sebagai kawasan transmigrasi pertama di era Presiden Soekarno, sehingga pembenahannya dianggap sebagai kebutuhan strategis sekaligus pemajuan wilayah bersejarah bagi masyarakat setempat. 

Sumaryadi menegaskan bahwa aspirasi ini bukan sekadar prosedur formalitas atau catatan di atas kertas. Ia memastikan telah melakukan pengecekan dan peninjauan langsung ke lokasi guna memverifikasi kondisi riil di lapangan.

Baik itu kondisi parit, kualitas jalan, jaringan listrik, hingga ketersediaan air bersih, semuanya telah dinilai secara mendalam dan dipastikan memiliki tingkat urgensi yang tinggi serta menjadi prioritas utama kebutuhan masyarakat setempat, tandasnya. 

"Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar langsung dari warga. Segala masukan ini akan saya rangkum dan bawa masuk ke ruang pembahasan di DPRD, untuk didorong agar masuk dalam prioritas program dan anggaran pemerintah daerah.

Komitmen kami adalah memastikan suara rakyat terwakili dan mendapatkan solusi nyata, demi kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Tanjung Jabung Timur," pungkas Sumaryadi. (Jdk)